Badai Favio, terkuat menghantam negara Afrika bagian selatan itu, akan menuju lembah Sungai Zambezi di mana kemungkinan akan menimbulkan banjir terburuk yang telah menewaskan sekitar 40 orang dan menyebabkan 120.000 orang mengungsi.
Kini kategorinya naik menjadi badai tingkat empat, Favio menghantam kota wisata Vilanculos Kamis pagi, menghancurkan sejumlah rumah, kata para pejabat.
Institut Meteorologi Nasional, INAM, mengatakan kekuatan angin badai Favio dan hujan terpusat di provinsi Ihambane tapi terasa sampai Zai-Zai, ibukota provinsi Gaza.
"Badai itu kini berada di darat, menghantam kota turis Vilanculos, dan mungkin memburuk dalam beberapa jam ke depan," kata jurubicara INAM Helder Sueia.
"Badai itu lebih kuat ketimbang badai Eline, terburuk menghantam Mozambik tahun 2000."
Badai itu menyebabkan kehancuran luas di daerah wisata Pantai Tofo, menumbangkan pohon palem dan merobohkan tiang-tiang listrik di sekitar daerah yang banyak dikunjungi pelancong dan penyelam, kata Radio Mozambik.
Sueia mengatakan badai itu sedang bergerak ke arah utara dengan kecepatan 50km per jam , dengan tujuan ke lembah Sungai Zambezi tengah yang telah dilanda bencana banjir serius.
"Badai itu bergerak sangat cepat dan besok akan menyernag kota pelauhan Beira ketika menuju ke daerah yang sudah dilanda banjir di Cain," kata Sueia.
"Badai itu disertai hujan lebat yang mungkin menambah buruk situasi banjir di sepanjang lembah Zambezi.
Sistem peringatan dini badai Mozambik mengatakan satu badai berkekuatan yang sama dengan Favio bisa meeyababkan kerusakan luas rumah-rumah , gedung-gedung dan bangunan industri termsuk jaringan-jaringan listrik serta tanaman dan pohon.
Banjir yang melanda Mozambik tengah menyebabkan lebih dari 120.000 orang terlantar, dengan puluhan ribu dari mereka tinggal di tempat-tempat penampungan sementara. Para pejabat mengalami kesulitan menyediakan pasukan makanan dan air bersih.
Bencana alam terburuk Mozambik terjadi tahun 2000-2001 ketika serangkaian badai yang disertai banjir di daerah-daerah selatan dan tengah negara itu, menewaskan 700 orang dan hampir setengah juga orang mengungsi. (*/rsd)