"Kita isolir dia dan kondisinya sangat lemah setelah beberapa kali keluar masuk rumah sakit atas penyakit HIV/AIDS yang diderita," kata Kalapas Tuatunu Nasrul Effendi, Kamis.
Korban tidak lagi dibawa ke rumahsakit dan kini menjalani pengobatan di LP dibawa bimbingan dokter LP. Di RS kondisi korban juga tidak membaik.
Nasrul enggan menyebut identitas ataupun inisial korban. Ia hanya menyatakan, napi tersebut sudah menjalani separoh masa tahanan dari hukuman empat tahun yang harus dijalani.
Napi lain yang berada di dalam LP tersebut sudah tahu korban yang menderita AIDS. Hingga kini korban masih mengkonsumsi obat-obatan untuk menguatkan daya tahan tubuhnya.
Perlakuan terhadap Napi AIDS itu diberikan agak khusus agar ia tidak menularkan ke Napi lain. Dengan dilakukan pemisahanan napi tersebut bisa beristirahat dengan baik.
Untuk narapidana asing di LP Tuatunu kini tidak ada lagi setelah sebelumnya beberapa Napi dari Vietnam dan Kamboja yang tertangkap akibat kegiatan penangkapan ikan ilegal selesai menjalani masa hukumannya. (*/rsd)