Pertamina: Beri Jalan Tangki Tertahan Blokade Korban Lumpur
Kapanlagi.com - Kepala Keselamatan Kerja Pertamina UP V Surabaya, TP Pasaribu mengimbau petugas, agar memberi prioritas jalan pada dua tangki yang berisi 15-20 metrik ton gas yang tertahan, akibat blokade pengunjuk rasa warga korban lumpur Lapindo, demi keselamatan bersama."Tangki minyak tidak boleh dalam suhu di atas 35 derajat, karena dikhawatiran akan terjadi penguapan dan membahayakan masyarakat yang ada di sekitarnya. Apalagi dalam kondisi jalan macet banyak asap knalpot kendaraan," ujarnya menanggapi blokade jalan yang dilakukan warga Perum TAS I yang menuntut ganti rugi, Jumat. Menurut Pasaribu, dalam kondisi normal, tangki yang berisi gas itu tidak membahayakan. Namun bila terus menerus terkena suhu panas akibat kemacetan lalu lintas, cukup riskan, karena akan terjadi penguapan gas dan berbabahya. "Yang lebih dikhawatirkan, apabila ada orang merokok di sekitarnya `kan bahaya bisa terbakar," ucapnya seraya menambahkan, biasanya dalam suhu panas tangki harus sebentar-sebentar disiram air. Tapi, karena lokasi yang macet, tidak ada air untuk disiramkan, air selokan-pun tidak menjadi masalah. Blokade jalan dan rel KA oleh warga Perum TAS I sejak Kamis (22/2) ini, mengakibatkan arus lalin dari dan ke Sidoarjo "lumpuh". Selain itu, perjalanan KA dari Banyuwangi, Malang maupun Blitar ke Surabaya serta sebaliknya terhenti. (*/rit) |