< >

Dua Perampok Truk Salak Tertangkap

Sabtu, 24 Februari 2007 06:44
Kapanlagi.com - Aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap dua orang yang diduga kuat terlibat dalam perampokan truk bermuatan salak di jalan tol Cibubur, Jakarta Timur, 1 April 2005.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Carlo Brix Tewu, di Jakarta, Jumat, mengatakan, kedua tersangka yang kini ditahan di Polda Metro Jaya itu adalah Sabar (36) dan Yani (33).

"Dua tersangka lain yakni Tatang dan Kentung masih buron," katanya.

Para tersangka diduga telah merampok truk bermuatan salak yang dikemudikan, Supriyatna (32) saat sopir truk sedang istirahat di jalan tol Cibubur.

Truk dari Tasikmalaya, Jawa Barat, ini sedang dalam perjalanan menuju Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Ketika Supriyatna sedang istirahat, keempat tersangka menodongnya dengan pistol dan senjata api.

Supriyatna dan kenek truknya lalu diikat dengan lakban yang kemudian dibuang ke Cibinong, Bogor, Jawa Barat, sedangkan truknya dibawa kabur kawanan perampok.

Penangkapan kedua tersangka bermula dari kecurigaan polisi terhadap Sabar sebab ciri-cirinya mirip dengan tersangka berbagai aksi kejahatan di Jakarta, apalagi ia pernah masuk penjara dalam kasus yang sama.

Dari keterangan Sabar itulah polisi mendapatkan titik terang aksi perampokan truk salak itu.

Dalam beraksi, mereka selalu menggunakan mobil sewaan lalu masuk ke jalan tol pada malam hari untuk mencari sasaran.

Sasarannya pada umumnya sopir truk yang sedang istirahat di jalan tol, katanya.

"Setiap beraksi, mereka mengaku sebagai aparat yang sedang menjalankan tugas," katanya.

Dari keterangan para tersangka, kelompok ini diduga telah tujuh kali beraksi sejak tahun 2002 untuk kasus yang sama.

Tahun 2002, mereka merampok truk kosong di Semarang lalu dijual ke Solo seharga Rp11 juta, tahun yang sama mereka merampas truk kosong di Semarang dan menjualnya di Semarang juga seharga Rp10 juta.

Tahun 2002 mereka beraksi lagi merampas truk kosong dan laku terjual Rp10 juta di Semarang, tahun 2004, mereka merampok truk muatan kulit sapi dan laku terjual Rp10 juta di Bandung.

Pada 1 April 2004, mereka merampok truk salak di Cibubur dan dijual ke Serang, Banten seharga Rp10 juta, Mei 2005, mereka merampas tronton bermuatan susu dan dijual Rp120 juta, dan Juni 2006, mereka merampas truk kentang di Pamanukan, Jawa Barat.

Saat beraksi di Pamanukan mereka tertangkap tangan oleh polisi sehingga kedua kawannya Aris dan Mista tertembak mati sedangkan dua kawannya Mamang dan Kimung tertangkap.

"Kami masih mencari truk yang belum ditemukan sebagai barang bukti," kata Carlo Tewu. (*/rsd)