< >

OP Mampu Tekan Harga Beras di Semarang

Senin, 26 Februari 2007 08:50
Kapanlagi.com - Operasi pasar (OP) yang dilakukan Divisi Regional (Divre) Perum Bulog Jawa Tengah dua pekan terakhir ini mampu menekan harga beras di Pasar Dargo Semarang.

Sejak dilakukan OP di Pasar Dargo Semarang, harga beras beranjak turun sekitar Rp300,00 hingga Rp500,00 per kilogram, kata Ketua Perkumpulan Pedagang Beras Pasar Dargo Semarang, Pranowo di Semarang, Senin.

Ia mencontohkan beras bromo yang semula Rp6.500,00/kg mnejadi Rp6.000,00/kg, mentik wangi semula Rp6.400,00/kg menjadi Rp5.900,00/kg, C4 semula Rp5.600,00/kg menjadi Rp5.000,00/kg, dan umbuk semula Rp5.600,00/kg menjadi Rp5.000,00/kg.

OP tersebut, juga membuat sejumlah pedagang setempat takut mengambil beras terlalu banyak untuk persediaan atau mereka justru mengurangi jatah pasokannya, karena harga beras diperkirakan terus turun.

Apalagi menjelang panen raya yang diperkirakan mulai awal Maret 2007. "Menurut pengalaman kalau panen raya di Jawa Tengah mampu menurunkan harga beras hingga Rp1.000,00/kg," katanya.

Tak pelak, kata dia, pedagang setempat mengurangi jatah pasokan sehingga menyebabkan persediaan beras di Pasar Dargo sedikit berkurang. "Stok sekarang sekitar 150 ton dan pasokan beras rata-rata sekitar 50 ton setiap hari," katanya.

Ia mengakui adanya OP kondisi pasar agak tenang karena masyarakat tidak takut lagi kekurangan beras, tetapi juga mempengaruhi permintaan pasar sepekan ini cenderung menurun.

Menyinggung masalah beras impor, dia mengatakan, pada saat ini pihaknya setuju beras itu sebagai cadangan, karena perlu stok beras terutama untuk penanggulangan bencana yang banyak terjadi di Tanah Air, misalnya untuk daerah banjir.

"Jadi, bila ada impor beras saya setuju, karena sebagai beras cadangan untuk daerah yang mengalami bencana itu," katanya menegaskan.

Menurut dia, kalau adanya beras impor itu merugikan petani solusinya pemerintah harus membeli gabah petani dengan harga yang pantas, dan diperhitungkan supaya mereka tidak dirugikan.

Sementara itu, Mustafa (50), seorang pedagang beras lainnya di Dargo, mengatakan, adanya operasi pasar yang dilakukan setiap hari di pasar induk itu mampu menekan harga beras menjadi turun.

"Namun, turunnya harga beras itu tidak menjadikan pasar ini ramai pengunjung, malah sebaliknya menjadi sepi," ujarnya. (*/cax)