< >

90% Siswa SD di Sungai Pinang Sumbar Terancam ‘DO’

Rabu, 28 Februari 2007 06:40
Kapanlagi.com - Sembilan puluh persen siswa sekolah dasar (SD) di Nagari Sungai Pinang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pessel, Sumbar, terancam drop out (DO), karena lokasi SMP yang jauh dari pemukiman penduduk.

"Lokasi SMP terdekat hanya bisa ditempuh melalui transportasi laut dengan menggunakan perahu kecil," kata konsultan pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Dr. Indrati Kusumaningrum di Padang, Selasa.

Dia mengatakan hal tersebut, terkait rencana pemerintah menuntaskan wajib belajar sembilan tahun dengan program SD dan SMP satu atap, yakni satu sekolah dengan dua jenjang pendidikan.

Sungai Pinang, satu nagari dijatahi program SD dan SMP satu atap dan kini dalam tahap penyelesaian.

Nagari Sungai Pinang memiliki dua unit sekolah dasar, yaitu SD Negeri 13 dan SDN 24 Sungai Pinang, dengan jumlah siswa mencapai 450 orang.

"Siswa-siswa tamatan SD yang ingin melanjutkan sekolah, sebagian besar harus ke Kota Padang, karena lokasinya yang cukup dekat, dibandingkan harus ke Painan ibukabupaten, Pessel," katanya.

Selain itu, memang ada satu lokasi SMP terdekat, namun para siswa harus melewati laut lepas dengan menggunakan perahu kecil.

Nagari Sungai Pisang dihuni 312 kepala keluarga (KK) dan 287 di antaranya tergolong KK miskin yang terdata menerima dana bantuan langsung tunai (BLT).

Sebagian besar mata pencaharian masyarakatnya menangkap ikan menggunakan perahu kecil, dan melaut berjarak satu mil dari pinggir pantai.

Menurut dia, banyaknya jumlah KK miskin tersebut disebabkan a kondisi daerah yang terisolir, dan tidak punya akses terhadap daerah di sekitarnya.

Nagari Sungai Pinang seluas 4.700 hektar, satu daerah terisolir, dan tidak ada angkutan khusus menghubungkan daerah itu ke daerah lainnya.

Selain itu, tingkat pendidikan masyarakat di sana tergolong rendah, dari 1.850 jiwa penduduk, diantaranya 770 orang tidak tamat sekolah dasar. (*/rsd)