Mungkinkah Deddy ingin membunuh istrinya? Tentu saja tidak, ini hanya bagian dari atraksi 'Renungan Jakarta Underwater' di KTS Semanggi, Rabu (28/2). Dalam aktraksi tersebut Kalina diikat rantai dan digembok lalu dimasukkan dalam air, sementara Deddy juga diikat dan digembok dengan rantai. Dan dalam waktu 3,27 menit Kalina berhasil keluar dari jerat maut tersebut.
"Ini adalah rekor tersendiri bagi Kalina. Karena Hally Houdini melakukan hal yang sama dengan waktu 4 menit di tahun 1908. Dan saya puas. Ketidakpuasan saya Kalina keluar dengan tergelepar dan sempat gagal nafas," ujar Deddy. Atraksi Deddy kali tergolong paling berbahaya dari beberapa aksi Deddy lainnya. Sebab permainan ini telah merenggut nyawa 3 orang di dunia.
Pada awalnya, Deddy sendiri akan melakukan atraksi yang telah dipersiapkan 2 tahun yang lalu ini. Tapi pikirannya berubah, kalau dirinya yang melakukan tidak ada sensasinya. Mungkin kalau yang melakukannya seorang wanita tentu akan lebih greget. Dan pilihannya jatuh pada Kalina.
"Melihat seorang wanita dalam masalah dan siksaan, itu sangat menarik. Dan tugas kita sebagai pria adalah menolongnya tapi tidak bisa. Persis seperti banjir kemarin dan musibah terbakarnya kapal Levina. Sebagai manusia kita sebenarnya amat suka experience dengan kematian tapi jangan sampai kematian itu datang," papar Deddy.
Rasa waswas dan nervous diakui oleh Kalina saat pertama kali akan masuk dalam tong penuh air. "Pertama kali masuk air yang dilihat hanya gelap, kemudian susah ambil nafas, sementara air masuk melalui hidung, telinga dan mulut. Tidak tahu kenapa pilih aku, mungkin mau cari mama baru kali," tutur Kalina seraya berseloroh.
Tujuan utama dari 'Renungan Jakarta Underwater' ini tak lain sebagai aksi protes pada pemerintah, bahwa segala kejadian sekarang ini berhubungan dengan air. Contohnya banjir di Jakarta dan kebakaran kapal laut Levina baru-baru ini.
"Atraksi ini saya persembahkan untuk Jakarta dan Indonesia secara keseluruhan. Sebagai wajah dari Indonesia, banjir di Jakarta sungguh sangat memalukan. Dan ini untuk mengingatkan bahwa banjir tidak hanya tahun ini saja," ujar Deddy.
Disamping itu, atraksi ini dipersembahkan secara khusus kepada mendiang ayah Deddy, Omar Sunjoyo yang meninggal karena gagal jantung. Dan sebelum wafat Omar selalu melarang Deddy untuk melakukan aksi bahaya ini. Kini Deddy membuktikan bahwa ia dan istrinya bisa. (kl/wwn)














