< >

274 PDAM di Indonesia Sakit

Rabu, 28 Februari 2007 22:12
Kapanlagi.com - Dari sebanyak 318 PDAM yang ada di Indonesia hanya 44 PDAM yang dinilai sehat. Hal tersebut dikemukakan Dirjen Cipta Karya Ir Agoes Widjanarko, MIP di sela-sela Rapat Teknis Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum (PU) yang berlangsung selama dua hari (27-28/2) di Hotel Clarion, Makassar.

PDAM yang sehat itu diantaranya terdapat di Malang, Yogya dan Gresik.

Dijelaskannya, penyebab tidak sehatnya ratusan PDAM itu, diantaranya karena sistem manajemen yang kurang baik, masih banyak hutang, termasuk kualitas produksi dan fasilitas yang digunakan belum memenuhi standar.

"Selain itu indikator lainnya, PDAM itu sehat jika harga jualnya minimum Rp1.500 per kubik, dengan asumsi sudah dapat menutupi biaya operasional, tanpa subsidi lagi," katanya.

Menyoal PDAM Kota Makassar yang tingkat kebocorannya mencapai 46%, sambil tersenyum ia mengatakan, belum masuk dalam daftar 44 PDAM yang dinyatakan sehat.

Kendati demikian, ia berharap, dengan pergantian direktur PDAM yang baru ini (Tajuddin Noor), diharapkan PDAM Kota Makassar bisa lebih baik kondisinya.

Menyinggung pentingnya melirik masyarakat kumuh dari jangkauan air bersih, master lulusan Institut Teknologi Surabaya (ITS) ini mengatakan, sudah seharusnya pemerintah kabupaten/kota memprioritaskan pelayanan air bersih kepada masyarakat miskin yang berada di permukiman kumuh.

"Pemerintah kota misalnya dapat mengeluarkan kebijakan pemberian tarif berbeda untuk kalangan elit dan masyarakat ekonomi lemah. Sehingga tarif air itu saling bersubtitusi alias mengisi," katanya sembari memberikan ilustrasi, warga Mariso, Makassar harus membeli air bersih per jerigen (20 liter) seharga Rp1.000. Padahal harga air bersih idealnya per kubik hanya Rp1.500 saja.

Pemerintah setempat dihimbau agar memprioritas dan memberi akses layanan air bersih ke wilayah permukiman kumuh, jangan hanya ke kawasan elit saja. (*/rsd)


BERITA TERKAIT