"Ada pengaruhnya (musibah KMP Levina 1 kepada jumlah kunjungan wisatawan). Ada beberapa wisatawan yang cancel,/i> ke Pulau Pramuka untuk wisata bahari, termasuk ke taman nasional," kata Sumarto yang dihubungi dari Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan semua wisatawan yang berjumlah 200 orang yang akan berkunjung ke pulau permukiman Pramuka membatalkan kepergiannya karena pengaruh musibah KMP Levina 1.
"Belum wisatawan yang di resort wisata. Bila 50% wisatawan saja yang cancel, berarti sudah sekitar 300 orang. Ini untuk dua akhir minggu kemarin," kata Sumarto.
Bila satu orang menginap di kawasan taman nasional dan berwisata selama dua hari akan mengeluarkan minimal Rp500.000, kata Sumarto, maka untuk 200 orang, pihak Taman Nasional Kepulauan Seribu berpotensi rugi Rp100 juta.
Sumarto menjelaskan banyak wisatawan mengkaitkan terjadinya musibah Kapal Levina 1 dengan angin barat yang sedang melanda perairan Indonesia.
"Nyatanya di lapangan tidak terjadi apa-apa. Ombak angin barat tidak terlalu besar. Ombak besar hanya terjadi dua minggu kemarin, setelah itu tidak ada lagi, padahal tahun sebelumnya angin barat terjadi selama sebulan," kata Sumarto.
Dia mengatakan saat ini perairan di Kepulauan Seribu sangat jernih dan sangat kondusif untuk wisata bahari.
Kepala Balai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu ini memprediksikan jumlah kunjungan wisatawan ke tempatnya akan kembali normal pada minggu kedua Maret nanti.
"Mudah-mudahan Maret minggu kedua sudah bisa pulih, karena angin barat sudah lewat. Musibah KMP Levina 1 . ini seolah-olah dikarenakan musim barat, padahal tidak seperti itu," ujarnya.
Untuk mengembalikan jumlah kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu, Sumarto mengatakan pihaknya akan membuat semacam media trip bagi wartawan yang akan menunjukkan bahwa di lapangan sebenarnya tidak terjadi apa-apa.
"Yang kedua, sementara ini akan diusahakan diskon ke Pulau Seribu. Juga akan kita tunjukkan bahwa kita mengutamakan safety procedur dan semua penumpang menggunakan life jacket (jaket pelampung) untuk antisipasi kejadian," tambah Sumarto. (*/cax)