"Ya, saat ini kapal cepat tidak beroperasi," kata Manajer Operasional PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Pelabuhan Bakauheni, Dadag Widjanarko, Kamis siang.
Menurut Dadag, kondisi cuaca dan gelombang laut dinilai kurang mendukung, sehingga membuat keputusan untuk tidak mengoperasikan kapal cepat Bakauheni-Merak.
Namun dia menegaskan, kapal ferry (roll on roll off/roro) tetap beroperasi normal seperti biasa.
"Kapal cepat tidak dioperasikan, tapi kapal roro masih beroperasi normal," kata Dadag pula.
Beberapa pekan lalu selama beberapa hari, akibat kondisi cuaca buruk dan gelombang laut tinggi, kapal cepat juga sempat tidak dioperasikan.
Namun setelah cuaca normal lagi kapal cepat yang sedikitnya 12 armada itu dapat kembali berlayar.
Koordinator Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Lampung, Bambang Nova Setyanto yang dihubungi tentang kondisi cuaca kurang baik bagi pelayaran di Selat Sunda itu, belum memberikan penjelasan detail prediksi cuaca buruk yang bisa kurang aman bagi pelayaran di sana.
Sebelumnya, awal pekan ini, Presiden SBY sempat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelayaran Bakauheni-Merak dalam perjalanan menyelesaikan kunjungan kerja di Lampung.
Saat itu Presiden memergoki sejumlah pelanggaran aturan menyangkut keselamatan dan keamanan penumpang di dalam kapal yang disidak, dan minta Dephub bersama pihak otoritas pelayaran laut itu dapat lebih tegas menerapkan aturan untuk menjamin keselamatan penumpang. (*/cax)