Surplus perdagangan itu sangat memungkinkan mengingat Singapura salah satu negara ASEAN pembeli tersebar aneka barang kerajinan Bali, kata laporan Kajian ekonomi keuangan Bank Indonesia (BI) Denpasar, di Denpasar Kamis.
Singapura merupakan salah satu negara pusat kunjungan wisata masyarakat internasional, sangat potensial sebagai negara perdagangan aneka barang cenderamata bernilai seni buatan seniman internasional termasuk buatan Bali.
Perdagangan hasil perikanan, perkebunan maupun barang kerajinan tangan masyarakat pulau Dewata, mengalami peningkatan dalam perolehan devisa dari Singapura, seperti tahun 2004 misalnya hanya meraih US$25,6 juta.
Lancar perdagangan aneka barang cenderamata ke negeri tetangga itu, kemungkinan besar dipasarkan kembali ke negeri lainnya di dunia terutama ke negara yang belum memiliki hubungan dagang dengan Indonesia.
Hal ini juga terbkti realisasi ekspor Bali ke sembilan negara anggota ASEAN seharga US$43 juta, US$33 juta diantaranya diperoleh dari Singapura, dan sisanya diimpor Malaysia, Thailand, dan sedikit dari Vietnam.
Importir asal Thiland adalah pembeli terbesar kedua di ASEAN terhadap aneka barang kerajinan dan nonmigas lainnya seharga delapan juta dolar selama 2006, sedangkan Malaysia ada di urutan ketiga sebanyak US$5,3 juta.
Singapura adalah salah satu pasar utama aneka kerajinan Bali, karena negeri tetangga itu memiliki arena perbelanjaan secara internasional dan ramai dikunjungi wisatawan mancanegara sekaligus menjadi persinggahan turis internasional.
Negeri tetangga itu sejak belasan tahun cukup menggiurkan, bahkan ada pengusaha Bali membuka toko cendramata di kota pariwisata itu, khusus memajangkan hasil kerajinan masyarakat Bali, karena banyak dikunjungi turis asing.
Perhiasan perak yang dipadukan dengan emas, banyak dikirim ke Singapura disamping pakaian jadi (Garmen) buatan masyarakat pulau Dewata, perabotan rumah tangga yang dibuat secara antik diinginkan konsumen negeri itu. (*/cax)