Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbahan bakar MFO dan berkapasitas 2 x 3 megawatt (MW) di PLN Cabang Bima tepatnya di Desa Niu, Kecamatan Rasanae yang diresmikan oleh Direktur Pembangkit PT. PLN (Persero) Ir. Herman Ibrahim, Kamis. PLTD di Bima yang berbahan bakar MFO atau sejenis bahan bakar yang biasa digunakan kapal penyeberangan itu merupakan yang pertama di Indonesia. Salah satu alasan PT. PLN menggunakan MFO, kata Herman, karena pasokan bahan bakar tersebut lebih lancar dan telah ada kerjasama dengan pihak Pertamina dalam memasok MFO yang dilakukan secara lancar dari Terminal Manggis, Bali.
"Sebenarnya perbedaan harga antara MFO dan solar tidak terlalu jauh, namun pertimbangan kita adalah pasokan lebih lancar dibandingkan dengan solar," ujarnya. PLTD Niu di Bima berbahan bakar MFO sudah beroperasi sejak sebulan lalu, namun sekarang baru bisa diresmikan. Menurut dia, dengan penggunaan bahan bakar MFO tidak banyak perubahan pada mesin pembangkit, hanya ada penggantian beberapa suku cadang pada bagian bahan bakar. Menurut dia, penggunaan MFO di PLTD Niu Bima merupakan ujicoba dan jika memang lebih menguntungkan, maka secara bertahap akan digunakan pada PLTD lainnya.
"Dengan menggunakan MFO kita harapkan tidak ada lagi persoalan pada pasokan bahan bakar," kata Herman. Pengoperasian pembangkit listrik berbahan bakar MFO itu tidak akan berpengaruh terhadap tarif listrik di daerah tersebut, karena yang berlaku tetap tarif lama. (*/cax)