BI Cetak Pecahan Baru Rp 2.000 di Luar Negeri
Kapanlagi.com - Deputy Gubernur Bank Indonesia (BI), Budi Rochadi, mengatakan pihaknya terpaksa melakukan pencetakan uang terutama pecahan baru Rp2000 di luar negeri karena perusahaan percetakan uang negara (Perum Peruri) memiliki keterbatasan kapasitas mesin pencetak uang. "BI merencanakan mencetak 6,6 miliar lembar uang pada tahun 2007 ini, namun Perum Peruri hanya memiliki kemampuan mencetak 5,5 miliar lembar uang," kata Budi Rochadi kepada wartawan di Palembang, Kamis, seusai acara peresmian sistem kliring nasional BI di wilayah kliring Palembang, Bengkulu, Bandarlampung, Palangkaraya, Jambi dan Lhok Seumawe. Menurut Deputy Gubernur BI, ditetapkannya pencetakan uang sebanyak 6,6 miliar lembar, berdasarkan perhitungan kebutuhan uang masyarakat serta untuk mendorong perkembangan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pada tahun ini. Melalui upaya tersebut diharapkan perekonomian nasional dapat berjalan dengan baik dan UMKM dapat berkembang sebagaimana yang diharapkan pemerintah dna masyarakat, katanya. Ia mengatakan, proses pencetakan uang di luar negeri sekarang ini sedang dalam proses penyeleksian perusahaan dari negara mana yang memberi penawaran biaya terendah dan menjamin kualitas cetakan terbaik. Sekarang ada empat perusahaan asing yang sedang diseleksi seperti dari Jerman dan Francis, namun pigaknya belum bisa meneybutkan perusahaan apa dan dari negara mana yang akan dipilih untuk mencetak uang Indonesia. Menjawab pertanayaan wartawan mengenai kemungkinan terjadinya pemalsuan uang akibat dilakukannya pencetakan uang di luar negeri mengingat uang yang dicetak di Perum Peruri saja sering dipalsukan, Deputy Gubernur BI menjelaskan kemungkinan itu sangat kecil karena perusahaan yang diseleksi sekarang ini merupakan perusahaan besar dan sangat profesional. (*/rsd) |