Panasonic Targetkan Kuasai 30 % Pasar AC
Kapanlagi.com - Perusahaan elektronik asal Jepang, Panasonic menargetkan pangsa pasar pengatur suhu dalam ruangan (AC) sebesar 30 % dari total pasar AC di Indonesia yang tahun ini diperkirakan mendekati angka 800 ribu unit. "Tahun ini kami memproyeksikan penjualan AC bisa mencapai sekitar 240 ribu sampai 250 ribu unit atau sekitar 30 % dari total pasar AC di Indonesia," kata Presdir PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI) Ichiro Suganuma usai peluncuran AC Panasonic ENVIO di Jakarta, Kamis. Ia memperkirakan pada 2007 pertumbuhan permintaan AC di Indonesia akan mencapai sekitar 20 %, karena ia menilai ekonomi Indonesia tahun ini akan membaik dan tahun ini pula ia menilai akan semakin banyak uang beredar yang mendorong permintaan barang elektronik khususnya AC di negeri ini. "Tahun 2007 nampaknya ekonomi akan membaik dan akan mendorong permintaan AC. Tahun ini akan banyak uang lebih beredar menjelang kampanye Pemilu," ujarnya. Pada 2006 penjualan AC Panasonic di Indonesia mencapai sekitar 210 ribu unit. PGI menargetkan pada 2007 terjadi pertumbuhan penjualan sebesar 20 %, sehingga total penjualan AC Panasonic mampu menembus angka antara 240 ribu sampai 250 ribu unit. "Kami optimis target tersebut akan tercapai melihat pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang mulai membaik," ujarnya. Apalagi, lanjut dia, segmen pasar kelas menengah ke atas relatif tidak terpengaruh daya belinya. Menurut Suganuma, pada 2006 AC memberi kontribusi nilai penjualan sebesar 25 % dari total penjualan barang elektronik PGI yang mencapai sekitar Rp2,0triliun. Kemudian kontribusi lainnya berasal dari penjualan televisi dan kulkas masing-masing sebesar 17 dan 15 %. "Tahun 2007 kami menargetkan penjualan naik sekitar 12 % menjadi sekitar Rp2,2triliun, dengan kontribusi utama tetap dari AC, televisi, dan kulkas, serta pompa air," ujarnya. Suganuma memperkirakan pasar elektronik di Indonesia secara keseluruhan akan tumbuh rata-rata sekitar 10 % pada tahun 2007 ini. Ditambahkan Wakil Presdir PGI Rinaldi Syarief, prospek pasar AC di Indonesia masih sangat besar mengingat tingkat kepemilikian tersebut masih kecil dibandingkan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 220 juta orang. "Selain itu ada pasar replacement (pengganti) dari para konsumen yang mulai beralih dari AC produk Cina. Tiga atau empat tahun yang lalu banyak konsumen membeli produk Cina, tapi sekarang kepercayaan konsumen akan produk mereka mulai memudar, sehingga kami yakin bisa mengambil ceruk pasar ," ujarnya. (*/rsd) |