"Para teroris asing yang tinggal di kawasan suku-suku di pegunungan agar segera meninggalkan Pakistan. Jika mereka tidak (meninggalkan Pakistan), maka akan ditindak tegas," kata Presiden Musharraf seperti dikutip suratkabar Al-Hayat di situs internetnya, Kamis (01/03).
Disebutkan, Presiden Musharraf saat menghadiri festival di wilayah Larkana, menegaskan, saat ini sejumlah orang asing masih tinggal di kawasan suku-suku di pegunungan dan mereka menyebarkan aksi-aksi terorisme.
"Mereka tidak saja menyebarkan aksi-aksi terorisme di Pakistan, tapi juga di seluruh dunia," kata kepala negara jiran Afghanistan itu, dan mengatakan, "Tidak ada tempat bagi aksi-aksi terorisme dalam Islam."
Sebelumnya, Amerika Serikat meyakini bahwa pemimpin Al-Qaeda, Osama Bin Laden, saat ini berada di Pakistan, dan membangun kamp-kamp pelatihan perang bagi anggota kelompoknya.
Kendati demikian, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan, Islamabad tidak akan mengizinkan Amerika Serikat untuk menyerang kawasan suku-suku di pengunungan Pakistan guna mengusir kelompok teroris tersebut.
Jurubicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Taslim Islam, seperti dikutip mengatakan, Wakil Presiden AS Dick Cheney dalam kunjungannya ke Islamabad baru-baru ini tidak mengajukan permintaan khusus menyangkut kelompok teroris di pegunungan Pakistan itu. (*/lpk)