Koordinator Posko Terpadu Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, S. Budi Prayitno di Semarang, Kamis, mengatakan, saat ini tim dari Polda Jateng dan Pemprov Jateng menuju ke Makassar untuk menjemput delapan jenazah itu.
"Setelah dilakukan serah terima dengan Pemprov Makassar, kalau tak ada aral besok Jumat (2/3) langsung diterbangkan ke Semarang dan kemudian lewat perjalanan darat diteruskan ke Rembang untuk dimakamkan," katanya.
Ia mengatakan, kemungkinan delapan jenazah tersebut tidak bisa langsung dibawa langsung dalam satu pesawat, namun dua atu tiga kali penerbangan, sebab delapan peti jenazah butuh ruang cukup besar di dalam badan pesawat.
"Jenazah diusahakan tiba hari Jumat, namun kalau belum bisa dibawa semuanya, Sabtu diharapkan sudah tiba di Semarang," katanya seraya menambahkan, kedelapan jenazah tersebut saat ini masih berada di RS Bhayangkara Makassar.
Menurut dia, jenazah itu akan diangkut pesawat dari Makassar ke Bandara A Yani Semarang. Ia mengakui, sebenarnya ada sembilan jenazah yang akan dikirim ke Semarang tetapi seorang sudah dimakamkan di Selayar karena sudah berhasil diidentikasi, yaitu Aryo.
Sampai kini, jenazah yang berhasil ditemukan akibat tenggelamnya KM Senopati Nusantara di Perairan Mandalika Kabupaten Jepara, akhir bulan Desember 2006 sebanyak 85 orang. Pemkab Rembang sudah menyiapkan lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Kebon Agung Kidul. Sampai kini jumlah korban KM Senopati yang tidak teridentifikasi dan dimakamkan di TPU tersebut sebanyak 32 orang.
KM Senopati Nusantara tenggelam di perairan di sekitar Pulau Mandalika, Jepara 30 Desember 2006.
Ratusan penumpang kapal ini sampai sekarang belum diketahui nasibnya, karena tim pencari belum berhasil menemukan bangkai kapal. (*/rsd)