< >

Tectona Telan Kekalahan Pertama di Proliga

Jum'at, 02 Maret 2007 22:03
Kapanlagi.com - Tim bola voli putra Bandung Tectona menelan kekalahan pertama mereka di Proliga setelah tunduk di tangan tim Jakarta Sananta 0-3 (19-25, 17-25, 22-25) pada pertandingan seri kedua putaran pertama Proliga yang digelar di GOR UII, Yogyakarta, Jumat (02/03).

Tim asal kota kembang Bandung itu membukukan kemenangan sempurna --menang dua kali di seri pembuka saat bertindak sebagai tuan rumah, pekan lalu-- dengan menaklukkan juara bertahan Jakarta BNI Taplus dan Semarang Pemkot Bank Jateng.

Tectona yang dimotori Uus Susansyah dkk itu tidak mampu membendung serangan Sananta sejak pertandingan dimulai.

Memasuki set kedua, Tectona pun semakin banyak melakukan kesalahan sendiri dan seringkali memberi angka gratis kepada Sananta karena gagal melakukan servis.

Tectona sempat membuat pertandingan menjadi lebih menarik pada pertengahan set ketiga saat berhasil menambah empat angka untuk menyamakan kedudukan menjadi 15-15.

Kedua tim pun berbagi angka hingga 20-20, namun Sananta kembali dapat menemukan irama permainan mereka untuk unggul 23-20.

Sananta tampaknya tidak dapat menahan rasa gugup mereka sehingga kehilangan kesempatan untuk menutup pertandingan melalui servis pemain mereka saat unggul 24-22.

Namun, nasib baik tampaknya berpihak kepada anak asuh Benny Matharius itu saat pemain Tectona Brian Alfianto gagal melakukan servis.

"Saya pikir, mereka masih terbuai dengan dua kemenangan mereka saat di Bandung dan secara tidak sadar hal itu mempengaruhi permainan mereka," kata Asisten Pelatih Tectona Dede Mardiawan.

"Mereka banyak melakukan kesalahan sendiri, banyak menyia-nyiakan servis dan pukulan yang tidak akurat."

Dede mengaku bahwa timnya ingin memetik kemenangan atas Sananta karena materi pemain kedua tim hampir sama bila dibanding tim tuan rumah Yuso Tomkins yang akan menjadi rival Tectona pada pertandingan berikutnya.

"Kami akan melakukan antisipasi untuk mencegah terulangnya hal ini karena akan berhadapan dengan tim tuan rumah yang didukung oleh penonton," lanjutnya.

Sementara itu, Benny mengatakan bahwa anak-asuhnya memiliki motivasi untuk melakukan balas dendam karena seringkali kalah dari Tectona.

"Saya menekankan pada mental dan motivasi untuk bisa memetik kemenangan atas Tectona," katanya.

Menurut Benny, Koko Prasetya dan Rinaldi memiliki peran penting dalam kemenangan tim yang tidak dapat menurunkan libero --Hadi Mulyono-- pada pertandingan itu karena terkendala faktor transportasi.

"Anak-anak bermain untuk saling menutup kekosongan di lapangan. Koko dengan servis lompatnya dan Rinaldi yang tampil baik karena bermain tanpa beban," lanjutnya.

Pada laga berikutnya, Minggu (04/03), Sananta akan menghadapi lawan yang tangguh yaitu runner-up Proliga 2006, Surabaya Samator. (*/lpk)