"Ada ide yang menarik tapi belum disetujui secara formal. Di ASEAN ada formula baru yang disebut Visa Integration. Beberapa negara ASEAN sudah melakukan itu. Ini belum resmi tapi sudah kita usulkan. Kita menginginkan juga punya Visa Integration," kata Sapta di Jakarta, Jumat.
Visa Integration, menurut Sapta, adalah sistem visa yang berlaku untuk seluruh negara ASEAN. Di mana bila seseorang sudah masuk ke satu negara di ASEAN maka akan dapat dengan mudah untuk masuk ke negara ASEAN lain.
"Misalnya bila orang sudah masuk Singapura, masuk ke Malaysia, maka dengan mudah masuk ke Indonesia. Ini memfasilitasi jumlah kunjungan ke sana untuk berkunjung ke Indonesia juga," lanjut Sekjen Depbudpar itu.
Dia mendapatkan informasi bahwa ada sekitar 850 ribu wisatawan asal Cina yang berkunjung ke Singapura kemudian melanjutkan wisatanya ke Thailand atau Malaysia.
"Mestinya bisa kita jaring untuk ke Indonesia," katanya.
Sapta melanjutkan sistem Visa Integration ini telah diberlakukan di Kamboja dan Thailand, dimana wisatawan yang berkunjung ke Thailnad akan dengan mudah masuk ke Kamboja.
Untuk itu, dia mengatakan, Depbudpar telah melakukan pendekatan dengan pihak keimigrasian Indonesia untuk dapat memberlakukan visa integration dari wisatawan yang berkunjung ke Singapura dan Malaysia.
"Tapi juga kita harus melakukan pendekatan dengan Singapura dan Malaysia, melakukan joint promotion dengan mereka, karena mereka kan juga bagian dari ASEAN," kata Sapta. (*/rsd)