
"Pokoknya di album kedua ini aku ingin merubah imej yang melankolis. Jadi gak bakal ada kolaborasi dengan siapapun, gak ada kolaborasi dengan Glenn (Fredly), gak juga dengan Rio Febrian," tuturnya ketika dijumpai disela-sela ajang Java Jazz Festival di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat malam.
Di ajang festival jazz internasional itu Cindy tampil dua kali, sekali tampil solo dan kali kedua ia tergabung dengan kolaborasi dengan musisi-musisi Indonesia lainnya.
Sedangkan mengenai album barunya, pemilik nama lengkap Cindy Bernadette itu mengatakan bahwa ia membuatnya lebih upbeat dan lebih groovy, pokoknya jauh dari kesan melankolis yang dihadirkan album pertama. "Aku juga mencoba kemampuanku mencipta lagu, di album kedua ini semuanya lagu ciptaan aku," tuturnya.
Namanya boleh jadi belum terlalu dikenal di peta musik Indonesia, namun Cindy pernah menjadi vokalis utama grup New Voices di New York, AS selama tiga tahun.
Kesempatan grup vokal tersebut memasuki dunia rekaman pupus ketika terjadi peristiwa 11 September, sehingga Cindy, selepas kuliahnya di St John University New York, memutuskan untuk mengejar karir bermusiknya di Tanah Air.
Ia mendapatkan kesempatan rekaman dari label SonyBMG yang memasangkannya dalam kolaborasi dengan Glenn dan Rio Febrian.
"Tapi aku bukannya kapok untuk kolaborasi. Cuma ingin belajar untuk jadi musisi yang lebih bagus lagi. Ingin tahu bagaimana mencipta lagu dan menyanyikannya sendiri," kata penyanyi kelahiran Bandung, 22 Januari 1978 itu.
Musiknya adalah gabungan antara pop, R&B dan jazz sehingga tidak mengherankan jika ia mendapat tempat tersendiri di Java Jazz Festival 2007.
Ketika ditanya siapa yang ingin dia saksikan penampilannya di ajang yang menghadirkan sekitar 1.300 musisi dalam dan luar negeri itu, Cindy menjawab yakin, Chaka Khan dan Sergio Mendes, sambil memamerkan senyum manisnya. (*/erl)
Lihat Profil: Cindy