Chris John Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan Angka Mutlak

Kapanlagi.com - Disaksikan sekitar 5.000 penonton yang masuk secara gratis, petinju Indonesia Chris John secara meyakinkan mempertahankan gelar juara dunia tinju kelas bulu versi WBA setelah menang angka mutlak atas penantang Jose Rojas dari Venezuela dalam pertarungan 12 ronde di di Stadion Tenis Tertutup Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Sabtu (03/03).

Dengan kemenangan tersebut, Chris John, petinju kelahiran Banjarnegara 27 tahun lalu itu memperpanjang rekor menjadi 40-0-1 dengan 20 kali menang KO, sementara lawannya yang petinju kidal itu memiliki rekor 44-1-3 dengan 33 menang KO.

Tiga wasit memberikan kemenangan angka secara mutlak kepada Chris John, masing-masing 118-108, 117-107 dan 116-110.

Sejak ronde pertama, Chris John selalu mendominasi pertandingan dan pertarungan paling menarik terjadi pada tiga ronde terakhir ketika kedua petinju sama-sama bernafsu untuk menjatuhkan lawan.

Namun kelemahan Chris John adalah tidaknya adanya pukulan mematikan (killing punch) sehingga beberapa kali gagal menjatuhkan lawan meski berhasil mendaratkan pukulan telak.

Pertarungan paling sengit terjadi pada ronde kesepuluh karena kedua petinju mencoba untuk mengeluarkan seluruh sisa-sisa tenaga mereka agar mendapat kemenangan mutlak melalui KO.

Pada ronde terakhir, Rojas sudah mulai goyah sehingga pukulannya tidak lagi terarah, namun Chris John gagal untuk mengakhiri pertarungan melalui kemenangan KO karena lawan mampu terus bertahan.

Pertandingan tersebut disaksikan oleh Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Adyaksa Dault, didampingi Ketua Umum KONI Pusat Rita Subowo dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

Dalam pertarungan yang akan disiarkan langsung stasiun televisi Indosiar mulai pukul 21.00 WIB itu, Chris John sebagai juara bertahan menerima bayaran sebesar US$200.000 (Rp1,8 miliar), sementara Rojas, penantang peringkat pertama menerima US$45.000 (Rp400 juta).

Dalam jumpa pers usai pertandingan, pernyataan bukannya terfokus pada soal hasil pertarungan itu sendiri, tetapi lebih banyak kepada soal bayaran yang tidak tuntas dan dibayarkan pada saat-saat terakhir menjelang pertandingan.

"Lain kali saya hanya akan bertarung di Indonesia jika bayarannya sudah jelas," kata Chris John yang pelipisnya sempat luka akibat pukulan lawan.

Pertemuan antara kedua petinju tersebut merupakan ulangan dari pertemuan pertama yang berakhir imbang di Tenggarong, Kaltim, Desember 2004 lalu.

Ketika itu pertarungan harus dihentikan wasit pada ronde keempat karena kedua petinju mengalami luka parah akibat berbenturan di kepala.

Selain pertarungan utama, juga digelar partai tambahan internasional yang menampilkan Alex Bajawa (Indonesia) vs Decho Bankluaygym (Thailand) di kelas ringan yang berakhir dengan technical draw karena kedua petinju mengalami cedera setelah berbenturan kepala pada ronde kedua.

Sementara pertarungan junior dan Angky Angkota (Indonesia) vs Sainrunk Singhawangcha (Thailand) di kelas bulu dimenangi petinju tuan rumah dengan kemenangan KO pada ronde keempat.

Pertarungan tersebut sempat diwarnai ancaman mogok kubu Chris John karena belum selesainya masalah pelunasan bayaran.

Bahkan kubu Chris John mengancam mogok bertanding jika sampai Sabtu (03/03), pukul 17.00 WIB atau beberapa jam menjelang pertandingan pihak promotor belum melunasi seluruh bayaran yang telah disepakati.

Ancaman tersebut dilontarkan Craig Cristian, pelatih Chris John asal Australia saat acara timbang badan di Jakarta, Jumat. (*/lpk)

©2003-2007 KapanLagi.com