Pembalap karismatik dari Italia itu, ditumbangkan pembalap Honda dalam persaingan menegangkan musim lalu, menyatakan rasa optimistisnya setelah melakukan latihan dengan waktu tercepat saat menggenjot Yamaha.
"Tahun lalu sulit, amat sulit," kata Rossi setelah melakukan latihan akhir bulan lalu di Jerez.
"Tetapi hal itu membangkitkan motivasi saya serta tambahan motivasi bagi tim pada musim lomba 2007 ini. Kami amat konsentrasi dengan pekerjaan kami ini," katanya.
"Kami mengakhiri lomba 2006 dengan pautan waktu lima angka. Mungkin kurang beruntung dan melakukan beberapa kesalahan. Sekarang saya lebih konsentrasi untuk meraih kembali gelar dunia ini," katanya.
"Bagi saya, tekanan sama artinya dengan motivasi," tambahnya.
Pengurangan kapasitas mesin dari 990 CC menjadi 800 CC membuat laju kendaraan itu lebih kencang dari sebelumnya.
Kecepatan yang dibukan Rossi di Jerez lebih bagus ketimbang posisi pole pada musim lomba 2006.
"Dengan mencoba semua ban dalam latihan, saya merasakan sekarang lebih baik," kata pembalap Italia itu sembari tersenyum, "Pada akhirnya saya rasakan waktu saya amat fantastik dan Yamaha saya sekin laju."
"Sebelumnya saya bertanya seberapa jauh saya dapat membawa kendaraan ini dan sekarang hal itu sudah terjawas secara brilian," kata pembalap bersuai 28 tahun itu, merupakan pembalap tersukses ketiga sepanjang masa, dengan 84 kemenangan dalam semua kelas yang diikutinya.
"Kami dalam kondisi baik," katanya.
Lawan Berbahaya
Rasa optimistisnya kelihatan amat berbeda dengan tahun lalu, bahkan sebelum acara pembuka di Jerez, ketika ia mengatakan ada masalah besar dengan Yamahanya dan hal itu menjadi mimpi buruk di sirkuit itu.
Rossi, juara di kelas bergengsi selama lima musim lomba sebelum pembalap "Kentucky Kid" memenangi lomba selanjutnya, sudah pernah menang dua kali di Qatar dan ia mengatakan lintasan itu merupakan salah satu favoritnya.
Namun ia harus bekerja keras karena ada persaingan keras lain dan lawan lebih berbahaya.
Rossi melihat, pembalap dari Spanyol, Dani Pedrosa, rekan setim Hayden yang kini berusia 21 tahun, sebagai ancaman berat dalam mewujudkan impiannya itu.
Pedrosa menyatakan ia merasa jauh lebih nyaman di atas kendaraannya bermesin baru itu, setelah sebelumnya berjuang keras dalam mewujudkan dua kemenangan pada masa "rookie"nya musim sebelumnya, dan pembalap dari Spanyol itu pastimerupakan lawan paling serius.
"Kami berdua paling cepat," kata Rossi kepada wartawan, "Saya kira persaingan ketat terjadi dengan Pedrosa sepanjang musim, karena ia amat berbakat dan berpengalaman. Tetapi pembalap lain juga tidak dapat dipandang sebelah mata."
Hayden, yang konsistennya membawanya ke tangga kemenangan kendati hanya menang dua balapan musim lalu, baru sembuh dari operasi bahu dan harus berjuang keras mengembalikan kondisinya.
"Rasanya bodoh sekali untuk mengatakan dengan memenangi dua perlombaan tetapi dapat meraih gelar juara lagi seperti tahun lalu," kata pembalap berusia 25 tahun itu di Jerez, "Balapan akan ketat sekali dan saya bukan pemenang para acara awal."
"Saya bisa saja berkata, 'Hei, saya hebat, semuanya sudah sempurna'. Tetapi musim balapan mendatang amat berat. Pertama mengatasi nyeri di bahu saya, kemudian melakukan pekerjaan di atas kendaraan baru."
Rekan setim Rossi, Colin Edwards dari Teksas, dua kali juara dunia superbike, menyatakan sukar memperhitungkan hasil perlombaan MotoGP.
"Terus terang, keduanya Valentino dan saya amat gembira dengan segala sesuatnya," katanya setelah melakukan latihan (test) di Jerez.
"Mudah-mudahan semua berjalan sesuai rencana dan kerja keras pada musim dingin lalu akan terbayar sekarang," katanya. (*/lpk)