< >

Era Baru All England Namun Tanpa Juara Olimpiade

Selasa, 06 Maret 2007 13:53
Kapanlagi.com - Kejuaraan bulutangkis All England yang diselenggarakan sejak 1899 membuka era baru pada Rabu tetapi akan tanpa juara Olimpiade Taufik Hidayat, yang menarik diri secara mengejutkan.

Ofisial tim Indonesia Senin malam menyatakan bahwa Taufik tidak akan datang pada turnamen lima hari yang akan dimulai di Birmingham pada Rabu.

Media di Indonesia telah melaporkan bahwa Taufik kecewa pada PBSI yang dinilai plin plan dalam menjatuhkan sanksi terhadap beberapa pemain yang mengikuti turnamen di Papua tanpa ijin Desember lalu.

Taufik sendiri mempunyai sejarah yang beragam, termasuk tidak melanjutkan pertandingan (walk out) pada semifinal Hong Kong Terbuka September lalu saat protes mengenai keputusan hakim garis.

Absennya di All England, yang belum pernah ia menangi, adalah pukulan besar terhadap event bergengsi tersebut yang pekan ini mengalami perubahan.

Turnamen tersebut menjadi bagian dari 12 rangkaian Super Series yang dirampingkan dengan hanya memberi 32 tempat pada babak utama serta rekor hadiah uang.

National Indoor Arena di Birmingham adalah turnamen yang ketiga dalam Super Series setelah Malaysia dan Korea Terbuka pada Januari lalu.

Masing-masing event, yang memberi hadiah uang minimal US$200 ribu, menjadi kualifikasi untuk turnamen tutup musim, final Super Series pada Desember yang akan menjadi turnamen bulutangkis dengan hadiah terbesar, US$500 ribu.

Tahun lalu, All England menyediakan US$125 ribu dan Direktur Turnamen Darren Parks mengatakan, "Sudah menjadi ambisi lama untuk meningkatkan hadiah uang yang saya kira kenyataannya tidak terlalu berbeda dari 1981 ketika turnamen ini digelar di Wembley."

Delapan unggulan

Fakta bahwa hanya delapan pemain yang diunggulkan memunculkan beberapa pertandingan putaran pertama yang menarik, terutama pada tunggal putra katika Hafiz Hashim dari Malaysia, juara All England 2003, rencananya bertemu dengan Taufik Hidayat.

Selain itu, masih ada beberapa pertandingan yang mengundang selera.

Saudara kandung Hafiz, Roslin bertemu unggulan teratas dan juara dunia Lin Dan dari Cina. Chen Jin, unggulan kedua, akan mengawali perjalananya dengan melawan petenis Inggris Andrew Smith sebelum kemungkinan bertemu di perempatfinal dengan Kenneth Jonassen dari Denmark.

Pemain Denmark lainnya, Peter Gade masih tak terkalahkan pada 2007 saat ia langsung pulang setelah meraih keberhasilan mengesankan di Malaysia Terbuka untuk melakukan persiapan khususnya untuk ke Birmingham.

Seperti biasa, Cina tampak perkasa pada tunggal dan ganda putri tetapi pada ganda campuran juara dunia asal Inggris Nathan Robertson dan Gail Emms harus waspada pada pasangan baru yang menarik Zheng Bo dan Gao Ling.

Pasangan Cina tersebut datang ke Birmingham setelah meraih kemenangan beruntun di Asian Games Desember lalu, dan kemudian dua turnamen Super Series pertama.

Robertson dan Emms, juara All England 2005, berakhir sebagai runners-up pada 2006 ketika mereka kalag dari Gao dan pasangannya terdahulu Zhang Jun. (*/cax)