< >

Menegpora: Kasus Cek Kosong Telah Memalukan Bangsa

Selasa, 06 Maret 2007 14:26
Kapanlagi.com - Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Adhyaksa Dault menegaskan bahwa kasus cek kosong yang diterima petinju Chris John dan penantangnya Jose Rojas asal Venezuela telah mempermalukan bangsa di dunia internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Adhyaksa saat membuka Rapat Koordinasi Pembangunan Kepemimpinan Pemuda Nasional 2007 di Puncak, Jawa Barat, Selasa.

"Kasus ini jelas telah mempermalukan bangsa Indonesia dan kasus cek kosong yang diterima kedua petinju itu sudah termasuk tindakan pidana," kata Adhyaksa.

Chris John berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu versi WBA untuk ketujuhkalinya setelah menang angka mutlak atas Rojas di Stadion Tenis Tertutup Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (3/3).

Lebih jauh Adhyaksa menegaskan, karena kasus tersebut menyangkut nama baik bangsa dan negara, pemerintah melalui Kementerian Menegpora harus turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut sampai tuntas.

"Pemerintah akan turun tangan untuk mencari jalan keluarnya. Chris John juga sudah menyampaikan keinginan menemui saya," katanya.

Kasus cek kosong tersebut terjadi karena promotor Albert Papilaya dari AMW, sama sekali tidak profesional dan hal itu terbukti dengan tidak ada garansi bank untuk menjamin ketersediaan dana.

Agar kejadian memalukan tersebut tidak terulang lagi, Adhyaksa menegaskan bahwa promotor haruslah mereka yang sudah berpengalaman dan sudah memiliki peringkat, baik dari Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI) maupun Asosiasi Tinju Indonesia (ATI).

Dalam waktu dekat, Menegpora juga akan memanggil Badan Pembina dan Pengawas Olahraga Profesional (BPPOPI), KTPI dan ATI untuk duduk bersama mencari penyelesaian dari kemelut tersebut agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang.

Adhyaksa dalam sambutannya dalam rakor pemuda itu juga meminta agar daerah memperkuat dinas pemuda dan olahraga di daerah.

"Dinas olahraga di daerah juga harus lebih memfokuskan pembinaan terhadap cabang olahraga tertentu yang menjadi andalan suatu daerah. Daerah Papua harus lebih fokus ke cabang atletik misalnya, jangan bulutangkis," katanya menambahkan.

Rakor yang berlangsung dua hari dan diselenggarakan oleh Deputi Menegpora Bidang Penbgembangan Kepemimpinan Pemuda M. Budi Setiawan itu diikuti oleh 117 peserta yang berasal dari 33 propinsi di Tanah Air. (*/cax)