"Kita bersama-sama berharap jangan sampai agenda damai yang telah kita raih itu retak. Semua pihak saya minta menahan diri, bersikap arif dan bijaksana dalam menyikapi berbagai persoalan yang ada," katanya saat melantik Bupati/Walil Bupati Gayo Lues H Ibnu Hasyim/Firdaus Karim di Blangkeejeuren, Selasa.
Pasangan H Ibnu Hasyim/Firdaus Karim terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung pada 11 Desember 2006.
Gubernur mengatakan, konflik bersenjata berakhir setelah adanya kesepakatan damai (MoU) Pemerintah dengan pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, 15 Agustus 2005 atau pasca bencana alam tsunami.
Bencana alam gempa bumi dan tsunami yang menewaskan lebih 200 ribu penduduk di provinsi ujung paling barat di Indonesia pada 26 Desember 2004 itu mendapat perhatian masyarakat seluruh dunia.
Jika bupati/wakil bupati dan unsur muspida serta seluruh komponen masyarakat Gayo Lues tidak hati-hati menyikapi berbagai persoalan, maka bukan tidak mungkin akan muncul berbagai konflik baru, terutama bertujuan untuk sesaat, tambahnya.
Oleh karenanya, gubernur mengajak seluruh komponen masyarakat terutama di Aceh pedalaman, khususnya Gayo Lues untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam upaya menggapai kemakmuran yang berkeadilan.
"Untuk meningkatkan kesejahteraan, maka dibutuhkan kerja keras semua pihak guna mengangkat kembali masyarakat Gayo Lues dari berbagai keterpurukan, sehingga taraf hidup penduduk daerah ini menjadi lebih baik dimasa mendatang," tambahnya.
Dipihak lain, gubernur Irwandi menyatakan meski Gayo Lues masih memiliki sumber daya hutan yang lumayan bagus karena berada di kawasan ekosistem Lueser, bukan berarti hutannya bisa diolah dan dibalak, apalagi tindakan tersebut dilakukan secara illegal.
"Saya tegaskan kembali bahwa haram terhadap illegal logging. Bila ada maka saya minta aparat berwenang untuk memberantas pembalakkan hutan. Cukup sudah derita banjir banda yang melanda Aceh dibeberapa wilayah belum lama ini," tegasnya.
Pada bagian lain, gubernur Irwandi Yusuf minta bupati/wakil bupati periode 2007 - 2012 untuk menjadikan sumber daya alam sektor pertanian dan perkebunan agar di olah menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Saya minta agar bupati/wakil bupati baru untuk menggali potensi alam tersebut, bila perlu dapat mencari dan menghadirkan berbagai alih tehnologi untuk meningkatkan produk hasil pertanian dan perkebunan itu," demikian kata gubernur NAD. (*/cax)