< >

Kasus Curat Dengan Sasaran Perhiasan Emas Marak di Mataram

Selasa, 06 Maret 2007 17:22
Kapanlagi.com - Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dengan sasaran perhiasan emas marak di Mataram, Nusa Tenggara Barat, dalam sehari dua rumah dibobol kawanan pencuri, sejumlah perhiasan serta barang elektronik berhasil dikuras.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda NTB, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) H.M Basri di Mataram, Selasa mengatakan, dua kasus curat tersebut terjadi Senin (6/3) pada dua rumah di Mataram mengakibatkan korban menderita kerugian jutaan rupiah. Kasus curat terjadi Senin sekitar pukul 04.00 dinihari yang menimpa Lastri Wardani, warga kompleks perumahan Bank Tabungan Negara (BTN) Taman Sejahtera, Pejeruk, Ampenan, Kota Mataram. Pelaku yang diperkirakan berjumlah empat orang masuk dengan terlebih dahulu mencongkel jendela samping dan menyandera adik korban dan kemudian masuk ke dalam rumah.

Kawanan perampok mengambil barang berharga tiga buah handphone, cincin tiga gram, gelang 10 gram, kalung 10 gram, kamera digital merek Sony, uang 170 dolar AS dan Rp500.000 sehingga total kerugian ditaksir Rp11 juta. Pada hari yang sama, Senin sekitar pukul 08.30 Wita terjadi kasus curat di Jalan Walet No. 7 Pajang Timur, Kota Mataram dengan korban I Nengah Wiarnanta (33). Pelaku masuk dengan cara merusak pintu depan rumah korban yang saat itu sedang berada di kantor, sehingga kawanan penjahat bisa dengan leluasa menjalankan aksinya.

Kawanan pencuri berhasil menguras barang berharga milik korban, yakni kamera merek Samsung warna hitam, perhiasan emas berupa kalung seberat 20 gram, delapan cincin seberat 27 gra, satu gelang 22 gram dan satu kalung 12 gram dan bross emas 15 gram. Selain itu, dua pasang anting-angting seberat 5 gram, mainan kalung 20 gram dan uang tunai Rp2 juta total kerugian ditaksir Rp60 juta. Kedua kasus curat tersebut ditangani Polres Mataram dan kini sedang dalam proses penyelidikan, selain di Kota Mataram kasus serupa juga terjadi di sejumlah kabupaten di Pulau Lombok sehingga warga masyarakat diminta selalu waspada. (*/cax)