"Kami menegaskan kembali bahwa siapa pun balongub yang terdaftar di PDIP bebas mengikuti konvensi partai lain," kata Yoedha, di Jakarta, Selasa.
Pada kesempatan yang sama, ia atas nama partainya juga menyampaikan rasa salut atas kemenangan Fauzi Bowo (yang semula terdaftar sebagai balongub PDIP) menjadi cagub DKI Jakarta dalam konvensi partai Golkar beberapa waktu lalu.
Meski begitu, kesuksesan balongub menjadi cagub di partai politik yang lain, menurut Yoedha, hendaknya tidak dipersepsikan keliru oleh pihak mana pun.
"Meski berperan signifikan untuk menjalin koalisi dan memperkuat `bargain position` balon yang bersangkutan tetapi ini bukan berarti bentuk pendiktean PDIP untuk menetapkan cagub dari balongub hasil rakerdasus," katanya.
Itu karena dalam pilkada DKI Jakarta mendatang, PDIP bertekad mempertahankan garis politik sebagai partai kebangsaan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
"Kami juga ingin bertahan di garis politik sebagai partai wong cilik dan partai oposisi," kata Yoedha.
Ia mengatakan PDIP dalam menjaga garis politik tersebut selanjutnya akan mengajukan cagub/cawagub DKI Jakarta di luar Fauzi Bowo, misalnya Agum Gumelar/Faisal Basri, Sarwono Kusumaatmadja/Rano Karno, atau Faisal Basri/Rano Karno.
"Atau bisa jadi opsi duet yang lain supaya aspirasi pemilih terwadahi dan mereka bisa mengkritisi secara aman," demikian DP Yoedha. (*/cax)