"Sampai saat ini masih terkendali, meski makin banyak warga Indonesia yang masuk perbatasan untuk mengungsi dari buruknya situasi di Timor Leste," katanya, ketika dikonfirmasi ANTARA di Malang, Jawa Timur, Selasa.
Ditemui di sela-sela peringatan HUT ke-46 Kostrad ia mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan pengamanan di perbatasan terutama untuk mengantisipasi larinya Alfredo ke wilayah RI.
"Kita maksimalkan, dan kita akan terus berkoordinasi dengan pihak keamanan PBB tentang segala perkembangan yang terjadi," ujar Syaiful menambahkan.
Pasukan Penjaga Keamanan PBB (International Security Force-ISF) di Timor Leste pimpinan Australia pada Minggu (4/3) melakukan pernyergapan terhadap kelompok pemberontak pimpinan Alfredo, setelah sebelumnya diintai dalam beberpa hari.
Dalam pernyergapan itu, Alfredo berhasil meloloskan diri sedangkan empat kaki tangannya tewas di tempat diterjang peluru pasukan PBB.
Pada kesempatan terpisah, Panglima TNI Marsekal Djojo Suyanto mengemukakan, jika Alfredo berhasil memasuki wilayah RI, maka pihaknya akan segera menangkap dan menyerahkan yang bersangkutan ke pihak berwajib di Timor Leste.
"Kita dan pihak Timor Leste sudah sepakat untuk tidak terlibat atau dilibatkan terlalau jauh dalam urusan dalam negeri itu. Namun, jika ada pemberontak yang lari ke RI ya...kita tangkap dan segera serahkan pada pemerintah Timor Leste," katanya. (*/lpk)