< >

Megawati: Depbudpar Tidak Punya Konsep Pariwisata

Selasa, 06 Maret 2007 19:08
Kapanlagi.com - Mantan Presiden Megawati mengatakan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) tidak mempunyai konsep pariwisata yang jelas. Sehingga mengakibatkan jumlah wisatawan ke Indonesia menurun.

"Tidak punya konsep. Kalau punya konsep, sudah jelas dimana kendalanya," kata Megawati usai Seminar Pariwisata untuk Memerangi Kemiskinan di Jakarta, Selasa menanggapi turunnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tahun 2006.

Dia mengatakan seharusnya pemerintah dapat menjadi fasilitator bagi kalangan industri pariwisata yang mempunyai konsep pemasaran dan promosi pariwisata.

Megawati melihat saat ini Depbudpar kinerjanya terlihat sangat monolistik dan tidak mengikutsertakan pihak swasta serta kalangan industri dalam mengembangkan pariwisata Indonesia.

"Monolistik. Semua bertumpu pada pemerintah yang buat program. Ini tidak benar. Dia harusnya ikut (kalangan industri pariwisata). Dia bisa fasilitasi," ujar Megawati.

Dia mengatakan budget promosi pariwisata Depbudpar terus naik tiap tahunnya, akan tetapi tidak dapat menarik jumlah wisatawan lebih banyak.

"Tiap tahun budget promosi naik, tapi wisatawan turun. Kinerja kurang. Untuk membangkitkan Bali sebagai sentralnya pariwisata Indonesia, tidak ada gregetnya," kata Megawati.

Dia mengatakan saat ini pemerintah berorientasi dengan jumlah wisatawan yang terlalu muluk-muluk.

"Pemerintah melakukan promosi di Amerika dan Eropa, padahal saat ini mereka sedang pergantian presiden, sehingga tidak mungkin kesini," kata Megawati.

Mantan presiden RI itu mengatakan pemerintah dapat melakukan promosi pariwisata di negara-negara kecil seperti Rusia, India dan negara-negara di Afrika, yang kemungkinan besar warganya mau berwisata ke Indonesia.

"Padahal negara-negara kecil seperti Rusia dan India, kalau kita promosi pasti akan datang," ujar Megawati.

Senada dengan Megawati, Ketua PHRI Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI), Wiryati Sukamdani yang ditemui di tempat yang sama mengatakan Depbudpar bekerjsa sangat monolistik tanpa melibatkan industri pariwisata.

"Satu hal yang mesti dilakukan, pemerintah harus mengikuti apa yang dilakukan industri pariwisata. Industri penerbangan kemana, industri hotel kemana, industri biro travel kemana," kata Wiryanti.

Dia mengatakan industri pariwisata pasti mempunyai konsep pemasaran dan promosi pariwisata agar perusahaannya dapat terus hidup dan berkembang.

Pemerintah juga harus membantu industri untuk mengembangkan pariwisata Indonesia sehingga target enam juta wisatawan dapat terpenuhi. (*/rsd)