Pabrik minyak goreng tersebut merupakan yang pertama di Provinsi Bengkulu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menampung kelapa sawit dari perkebunan kelapa sawit di daerah itu yang menjadi bahan baku utama.
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Dirjen, Menteri Perindustrian menjelaskan, keberadaan pabrik minyak goreng di daerah-daerah sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.
Pabrik ini diharapkan bisa berjalan kontinyu sebab bahan baku kelapa sawit cukup banyak tersedia di Bengkulu Utara dan bisa mendorong stabilnya harga kelapa sawit.
Kelapa sawit, kata Menteri, merupakan salah satu komoditi pertanian unggulan bangsa Indonesia yang memberikan kontribusi berharga bagi perkembangan pereokonomian nasional ke depan.
Selama tahun 2006 Indonesia menjadi produsen CPO terbesar di dunia yakni menghasilkan sekitar 16 juta ton, sedangkan Malaysia hanya 15,8 juta ton. Jumlah produksi CPO sebesar 16 juta ton itu terwujud karena adanya dukungan ketersediaan lahan dan tenaga kerja perkebunan kelapa sawit di tanah air.
Industri kelapa sawit sangat berperan dalam menyediakan kesempatan kerja bagi sekitar dua juta tenaga kerja dan menghasilkan devisa negara yang cukup besar, karena itu di daerah perlu lebih dikembangkan perluasaan kebun kelapa sawit, baik milik masyarakat maupun perkebunan besar, sehingga produksi minyak kelapa sawit terus meningkat.
Plt Sekda provinsi Bengkulu Ir Fauzan Rahim melaporkan, di Provinsi Bengkulu saat ini sudah memiliki kebun kelapa sawit sekitar 105.000 Ha dengan produksi CPO 477.000 ton per tahun, hal itu bisa dikembangkan dan ditingkatkan karena lahan yang tersedia masih cukup luas.
Bupati Bengkulu Utara Ir Imron Rosadi sebelumnya melaporkan, pabrik minyak goreng di daerahnya tahap pertama ini menghasilkan rata-rata 60 ton per bulan, sedangkan bahan bakunya diambil dari tiga perusahaan pabrik minyak kelapa sawit setempat.
Wilayah kawasan pabrik minyak kelapa sawit itu nantinya akan dijadikan kawasan industri bagi Kabupaten Bengkulu Utara dan rencananya akan dibangun pusat tenaga listrik tanpa bahan bakar minyak dan sumber air bersih berkapasitas besar, ujarnya. (*/rsd)