< >

Anggota Parlemen China Imbau Agar Tian Dipanggil Ikut Olimpiade

Rabu, 07 Maret 2007 19:10
Kapanlagi.com - Sekelompok anggota parlemen China mendesak agar badan legislatif itu memanggil juara locat indah Olimpiade Tian Liang untuk memperkuat tim nasional ke Olimpiade Beijing 2008, demikian dilaporkan pers pemerintah Rabu (07/03).

Dua kali peraih medali emas Olimpiade papan 10 meter itu didepak dari tim loncat indah setelah Olimpiade Athena 2004 karena terlalu banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan komersial dan menolak berlatih.

Tapi proposal yang dibahas dalam sidang parlemen yang diajukan seorang pengacara dan 20 anggota parlemen dari Chongqing, kota asal Tian di provinsi Sichuan menyebutkan, atlet berusia 28 tahun itu terlalu bagus untuk tidak diikutsertakan dalam tim.

"Negara sudah mengeluarkan biaya besar untuk membina juara Olimpiade seperti Tan. Tidak ada seorang penguasa yang mendrop atlet bagus," demikian proposal itu menurut China Daily.

Tian dikelusrkan dari tim nasional dua tahun lalu, tapi menolak minta maaf karena berusaha meraup uang dari ketenarannya melalui kontrak menggiurkan yang membuat gusar penguasa olahraga China.

Tapi setelah tetap bersikukuh bahwa tak ada jalan bagi Tian untuk kembali, manajer tim locat indah China Zhou Jihong, pekan lalu mulai melunak dan mengatakan mantan juara itu masih berpeluang.

"Tim nasional terbuka untuk semua atlet bagus," katanya seperti dikutip Morning Post Shanghai. Tapi Tian -- yang sudah berbulan-bulan tidak berlatih - harus menunjukkan kemampuannya dengan merebut kembali tempat dalam seri ujicoba dan kejuaraan nasional dari sekarang hingga Olimpiade.

"Merebut peluang untuk berlomba dalam kompetisi internasional termasuk Olimpiade bukan hasil popularitas atau reputasi. Itu mengenai kemampuan," kata Li Hua, direktur pusat administrasi renang yang mengawasi cabang olahraga itu.

China terkenal kaku dalam program olah raga , dimana para atlet sering dianggap terlalu muda untuk menjadi juara.

Mereka harus mengikuti aturan pelatihan yang ketat dan sering harus terpisah dari keluarga danb kawan-kawan serta perlu memberikan uang mereka kepada badan olahraga nasional dan tim. (*/lpk)