< >

Murid SDN Alue Keujreun Aceh Selatan Masih Belajar di Gubuk Baralas Tanah

Senin, 12 Maret 2007 19:37
Kapanlagi.com - Sebanyak 85 murid SD Negeri Alue Keujreun, Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) hingga saat ini masih belajar di bawah tenda darurat dan gubuk beralaskan tanah.

"Gedung sekolah permanen telah terbakar saat konflik, namun proses belajar-mengajar di bawah tenda dan gubuk ini sudah berlangsung setahun karena sebelumnya aktivitas belajar di lokasi pengungsian," kata Kepala SDN Alue Keujreun, Tahmad A (41), di Aceh Selatan, Senin.

Ia menjelaskan, meski belajar dengan sarana dan prasarana yang sangat memprihatinkan, namun minat anak-anak di Desa Alue Keujreun atau sekitar 65 kilometer Tapaktuan, ibukota kabupaten Aceh Selatan itu tetap tinggi.

Menurut Tahmad, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Aceh Selatan dan organisasi PBB bidang anak-anak dan pendidikan, Unicef, telah melakukan survey terhadap sekolah yang dibakar pada masa konflik itu.

"Kami mengharapkan Pemerintah dan Unicef untuk segera membangun kembali gedung permanen, sehingga anak-anak tidak terlalu lama belajar di bawah tenda dan gubuk beralaskan tanah," katanya.

Pantauan wartawan, proses belajar dan mengajar murid kelas satu sampai kelas VI SDN itu hanya disekat dengan bambu yang mulai terlihat lusuh. Sementara satu ruangan berukuran sekitar 3x4 meter, yang berdampingan dengan ruang kelas dijadikan sebagai tempat tinggal guru.

Selain ruang kelas, kegiatan belajar mengajar sebanyak 85 murid sekolah itu berlangsung di atas sebilah papan sebagai meja meski kawasan desa tersebut dikenal "lumbung" kayu yang dihasilkan dari hutan Aceh Selatan.

Di pihak lain, Tahmad, menjelaskan, operasional sekolah juga terkendala akibat terbatasnya tenaga pengajar. Saat ini guru yang mengajar hanya delapan orang terdiri dari tiga berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan lima guru tidak tetap (GTT).

Ia juga mengharapkan bantuan sarana transportasi untuk para guru dan mesin listrik bertenaga diesel (genset) untuk mengantikan lampu teplok sebagai alat penerangan tempat tinggal guru di desa itu.

Desa Alue Keujruen merupakan salah satu desa terpencil yang berada di pedalaman Aceh Selatan.

Untuk mencapai desa berpenduduk 131 kepala keluarga (KK) atau mayoritas sebagai petani nilam itu harus menggunakan perahu, dengan waktu tempuh sekitar tiga jam dari Kota Manggamat, ibukota kecamatan Kluet Tengah. (*/rsd)