< >

Ibu-ibu Selundupkan Ganja ke Batam

Selasa, 13 Maret 2007 05:42
Kapanlagi.com - Aparat Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan Kepolisian Kota Besar (KP3 Poltabes) Barelang mengamankan dua orang ibu yang masing-masing memiliki 13 dan lima anak yang kedapatan menyelundupkan 6,2 kg ganja ke Batam.

"Mereka ketahuan menyelundupkan ganja yang diikat di kedua paha," kata Kanit Reskrim KP3 Polsek Sekupang Ipda Eddy Wiyanto di Batam, Senin.

Ia mengatakan kedua ibu itu tertangkap saat melewati petugas perdaduk (peraturan daerah kependudukan) sesaat setelah keluar dari Kapal Batam Jet yang mengantar mereka dari Dumai, Riau, ke Batam.

"Kami perhatikan, kok badannya bengkak-bengkak. Tindak-tanduknya juga mencurigakan," katanya.

Ia pun menyuruh petugas Perdaduk memeriksa mereka. Dari pemeriksaan itu diketahui mereka menyimpan ganja yang diikat di paha.

Polisi menduga para ibu, NR dan JM adalah kurir asal Aceh yang ditugaskan membawa barang barang haram itu ke Batam.

Namun dugaan itu dibantah NR, ibu 13 anak.

"Ganja itu saya yang beli sendiri untuk dijual di Batam," kata warga Peudawa, Aceh timur itu.

Ia mengaku membeli ganja di Pidie kepada seseorang yang tidak ia kenal.

"Satu kilo saya beli Rp500 ribu, saya hanya mengharap untung," katanya.

Menurut Pengakuan NR, ia meminjam uang dari koperasi di Aceh sebagai modal, dan berharap dapat mengembalikan uang pinjaman itu dari hasil penjualan ganja di Batam.

Namun, ia tidak dapat menyebutkan kepada siapa ia akan menjual daun haram itu.

"Kalau sampai di Batam, saya hanya minta tolong sama orang Aceh. Siapa saja, dia pasti bisa bantu saya," katanya.

Lain dengan dengan NR, JM kepada wartawan menyatakan, mendapatkan ganja dari seseorang untuk dikirim ke Batam.

Menurut janda yang ditinggal mati suaminya tiga tahun lalu itu, setelah sampai di Batam, orang yang membayarnya menyuruh menunggu sampai dua hari.

"Menginap dulu dua hari, baru kemudian dikasih kabar lagi," katanya.

Ia mengaku terpaksa bersedia membawa ganja ke Batam untuk membiayai sekolah anak-anaknya.

"Saya tahu ini dilarang, tapi saya mau bayar uang sekolah pakai apa? Anak-anak mau dikasih makan apa?" kata penjual makanan di kantin sekolah itu.

Sabtu (10/3), NR dan JM berangkat ke Dumai menggunakan bus dari Aceh. Kemudian mereka langsung berangkat ke Batam menggunakan Kapal Veri Batam Jet, Minggu.

Sesampainya di Batam, Senin siang, kedua ibu-ibu itu tertangkap KP3 Polsek Sekupang. (*/rsd)