< >

Jalur Penerbangan di Bandara Adisutjipto Padat

Selasa, 13 Maret 2007 10:51
Kapanlagi.com - Jalur penerbangan baik komersil maupun militer di Bandara Adisutjipto Yogyakarta saat ini padat yang setiap hari tercatat lebih dari 160 penerbangan baik landing maupun take off.

"Bandara Adisutjipto ini milik TNI AU dan kami hanya menyewa melalui nota kesepahaman (MoU)," kata Kepala PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bambang Sugito, Selasa.

Menurut dia, setiap hari tercatat ada sekitar 25 hingga 30 penerbangan sipil, sehingga dalam sehari pesawat mendarat (landing) maupun lepas landas (take off) bisa mencapai 50 pesawat.

"Sedangkan untuk pesawat latih milik TNI AU yang landing dalam sehari ada sekitar 60 atau sekitar 120 pesawat baik landing maupun take off. Dengan demikian dalam sehari di Bandara Adisutjipto ada lebih dari 160 pesawat mendarat dan lepas landas," katanya.

Ia mengatakan, kondisi ini dapat dimaklumi karena Lanud Adisutjipto merupakan pusat sekolah penerbang khususnya dari TNI AU sehingga frekuensi penerbangan pesawat latih cukup tinggi.

Ketika dikonfirmasi ada pesawat latih jenis Bravo Cessna yang landing30 detik sebelum pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 200 yang kemudian mengalami kecelakaan terbakar, ia mengatakan bisa saja kemungkinan itu memang terjadi.

"Namun saya kira wajar jika sebelum pendaratan Garuda ada pesawat latih yang landing, dan ini juga biasa terjadi. karena sebelum pesawat landingmaupun take off sudah ada izin dari petugas menara," katanya.

Bambang enggan berkomentar ketika dikonfirmasi bahwa akibat peristiwa itu pesawat Garuda akhirnya mendarat terlalu ke tengah atau sekitar enam ratus meter dari ujung landasan.

"Untuk masalah itu kami tidak tahu, ini wewenang Lanud Adisutjipto dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Yang jelas pesawat baik sipil maupun militer atau latih sebelum terbang harus ada izin dari petugas menara," katanya. (*/cax)