< >

Kasus Doping `Operation Puerto` Ditolak Pengadilan Spayol

Selasa, 13 Maret 2007 19:45
Kapanlagi.com - Pengusutan kasus doping yang melibatkan hampir 60 pembalap sepeda terkemuka, dua hari menjelang Tur Prancis tahun lalu, ditolak pengadilan Spanyol.

Kasus itu yang mencuat dalam Mei 2006, ketika polisi menggerebek dan menemukan jaringan doping darah yang ditangani dokter asal Madrid Eufemiano Fuentes, ditolak karena kurangnya bukti. Secara teknis kasus itu juga tidak bisa dilanjutkan karena pada waktu itu Spanyol tidak punya undang-undang anti-doping.

Hakim Antonio Serrano memutuskan bahwa lima orang yang terlibat dalam kasus itu, termasuk Fuentes, dinyatakan tidak bersalah. Spanyol hanya baru-baru ini saja mengikuti Prancis dan Italia dalam memberlakukan undang-undang anti doping serta pemakaian dan pendistribusian obat terlarang. Undang-undang itu diberlakukan mulai November 2006.

"Bertentangan dengan undang-undang Prancis dan Italia pada waktu itu Spanyol tidak menuduh seseorang melakukan kejahatan karena doping atau praktek yang berkaitan dengan doping." kata Serrano.

Tapi sementara kasus itu di Spanyol ditolak, badan dunia cabang olahraga Uni Balap sepeda internasional (UCI) kini mungkin akan memutuskan untuk memburu para pembalap yang dicurigai berdasarkan bukti-bukti yang diberikan pengusut. Pengadilan Spanyol baru-bari ini memberi UCI "akses tanpa batas" untuk semua dokumen untuk diproses dalam kaitan Operacion Puerto.

Pengusutan itu, yang dijuluki `Operation Puerto`, membongkar jaringan doping dan mengatakan keterlibatan 58 pembalap dari total 200 pembalap putra dan putri. Pengungkapan itu berimbas terhadap beberapa pembalap terkemuka dan beberapa pemakai rompi kuning sehingga diskors tim-tim mereka dua hari menjelang Tur Prancis 2006.

Ivan Basso asal Italia dan pemenang Tur 1997 asal Jerman Jan Ullrich termasuk diantara selusin pembalap yang menarik diri dari lomba karena diduga secara langsung atau tidak terlibat dalam kasus itu. Christian Prudhomme, direktur lomba Tour, kecewa dengan diumumkannya hal itu sebelum lomba sehingga merusak karena keterlibatan beberapa bintang pembalap. "Semua itu karena hasil ini," katanya.

"Tapi saya kira kelima pembalap yang disebut-sebut dalam kasus itu akan muncul lagi dalam cabang olah raga itu." Beberapa bulan kemudian, Basso dan Ullrich dipecat tim mereka, CSC dan T-Mobile. Basso, pemenang Tur Italia tahun lalu, kemudian oleh otoritas olah raga Italia dinyatakan tidak bersalah karena kurang bukti. Ullrich, yang seperti Basso selalu membantah terkait dengan kasus itu pekan lalu memutuskan untuk pensiun meski menglaim dia diincar beberapa tim terkemuka. (*/rsd)