"Tender sebelumnya berlangsung Desember tahun lalu tapi gagal karena over plafond atau angka penawaran biaya pembangunannya lebih besar dari yang diajukan PLN," kata General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat, Djoko Suwono di Pontianak, Selasa.
Proses tender ulang tersebut saat ini tengah memasuki tahapan persiapan penawaran dengan target 2008 pembangunannya dapat dimulai. Sumber dana dari pinjaman lunak Pemerintah China dengan nilai sekitar 103 juta US$.
Empat perusahaan yang sempat mengikuti tender PLTU tersebut yakni DongFang Electric Corp, China National Technical Import and Export Corp, China National Machinery Import and Export Corp, dan CITIC International Corp.
PLTU itu rencananya akan menjadi pemasok utama kebutuhan energi listrik di Kota Pontianak hingga Kabupaten Sambas. Lahan untuk proyek pembangunan PLTU 2 x 55 MW seluas 31 hektar dan 19 hektar diantaranya lahan masyarakat yang harus dibebaskan. Lokasinya terletak sekitar 17 kilometer sebelah utara Kota Pontianak.
"Untuk pelaksanaan tender ulang, ditangani langsung oleh PLN Pusat. Kita berharap, segera direalisasikan agar krisis listrik yang terjadi di Kalbar dapat segera teratasi," kata Djoko.
Kota Pontianak merupakan pengguna terbesar energi listrik PLN Wilayah Kalbar. Kapasitas mesin terpasang 130 MW dengan daya mampu 110 MW, beban puncak mencapai 115 MW sehingga PLN melakukan pemadaman bergilir sejak Juli 2006. Setiap permukiman, kawasan industri, perdagangan yang di suplai beberapa feeder atau penyulang, mendapat giliran pemadaman dengan rentang waktu tiga hari.
Lama pemadaman bergilir, untuk siang hari mulai pukul 06.00 - 16.00 WIB, malam hari 18.00 - 22.00 WIB. Untuk sistem kelistrikan Kota Pontianak, PLN mengurangi suplai energi antara 10 - 20 MW setiap hari.
Selain PLTU tersebut, PLN juga akan membangun PLTU 2 x 50 MW di Parit Baru, Kabupaten Pontianak dan PLTU 2 x 25 MW di Pantai Kura-kura, Kabupaten Bengkayang serta PLTU swasta 2 x 25 MW konsorsium perusahaan Malaysia dan Indonesia untuk mengatasi krisis listrik di Kalbar. (*/rsd)