"Pengeluaran wisatawan mancanegara sekitar 19,33 % diperuntukan bagi (pembelian) makanan dan minuman," ujar Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kantor Kementerian Budaya dan Pariwisata, Ukus Kuswara, di Jakarta, Selasa, pada pemaparan pameran "Food & Hotel Indonesia 2007".
Oleh karena itu, menurut dia, kemampuan mengolah makanan dengan baik sangat menentukan penghasilan dari sektor pariwisata secara keseluruhan.
Pengeluaran makanan dan minuman tersebut, lanjut dia, merupakan kedua terbesar setelah akomodasi yang kontribusinya mencapai 38,48 % dari total pengeluaran wisatawan mancanegara.
Cukup besarnya, kontribusi makanan dan minuman dalam pengeluaran wisatawan mancanegara itu, kata Ukus, merupakan potensi bagi masyarakat Indonesia untuk mengembangkan makanan dan minuman khas Indonesia agar bisa dikenal masyarakat dunia lebih luas lagi.
"Kita mengharapkan makanan Indonesia bisa lebih mendunia dan meningkatkan daya tarik wisatawan mancanegara datang ke Indonesia," ujarnya.
Ukus optimis dengan daya tarik makanan dan minuman yang cukup besar untuk mendorong turis asing datang ke Indonesia, tidak hanya pendapatan negara dan daerah meningkat, tapi juga akan meningkatkan pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat lokal.
Ia mengatakan, tahun 2006 total devisa yang dihasilkan dari sektor pariwisata mencapai sekitar 5,17 miliar US$ dari sekitar 4,8 juta wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia.
Diakuinya, dari seisi jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada 2006 memang turun dibandingkan tahun 2005 yang mencapai 5,002 juta orang.
Namun dari sisi pendapatan atau devisa hasil pengeluaran wisatawan mancanegara di Indonesia, jumlahnya meningkat dibandingkan 2005 yang mencapai sekitar 4,52 miliar US$.
Sedangkan dari wisatawan domestik, pada 2006 rata-rata pengeluaran mereka mencapai sekitar Rp659.529 per orang dengan total wisatawan nusantara mencapai sekitar 115,4 juta orang dengan total perjalanan sebanyak 216,5 juta.
Tahun 2007 pihaknya memproyeksikan jumlah wisatawan nusantara mencapai sekitar 117,1 juta orang dengan rata-rata pengeluaran sebesar Rp669.442 dan total perjalanan mencapai 219,75 juta. (*/rsd)