Manajer CLS, Sebastian yang dihubungi wartawan di Surabaya, Kamis, mengatakan, penampilan buruk saat dikalahkan Garuda Bandung dengan skor telak 57-101, Rabu (14/3) malam, tidak boleh terjadi lagi.
"Yang jelas, kami langsung gelar evaluasi menyeluruh, setelah kekalahan memalukan itu," tegas Sebastian.
Ia mengaku, tidak habis pikir dengan buruknya "performa" Charly Afandi dan kawan-kawan di kandang sendiri. "Kalau pun kalah, seharusnya tidak dengan selisih angka yang begitu jauh," tambahnya.
Bahkan, Sebastian menyebut penampilan anak asuhnya seperti orang baru belajar main basket. Pertahanan keropos dan mudah ditembus lawan, tembakan tidak akurat dan mental yang buruk.
Ia mengakui, faktor mental dan beban harus menang, menjadi kendala tersendiri saat tampil di kandang. Namun, hal itu bisa diatasi kalau pemain bisa tampil lepas dan menjalankan instruksi pelatih dengan baik.
"Tapi kami tetap optimis anak-anak bisa tampil lebih baik saat menghadapi Citra Satria. Pemain harus melupakan kekalahan sebelumnya dan konsentrasi menghadapi laga berikutnya," ucap Sebastian.
Sementara itu, Citra Satria Pontianak yang sebelumnya juga dikandaskan Bima sakti Malang 61-74, siap berjuang mengikuti jejak Garuda Bandung untuk meraih poin maksimal dari CLS.
Pelatih Citra Satria, Ade Bella Harahap menyatakan, penampilan anak asuhnya saat menghadapi Bima Sakti sebenarnya cukup bagus. Namun sempat lengah di dua kuarter awal.
"Kami tidak ingin mengulangi kesalahan sebelumnya. Kesempatan untuk meraih kemenangan masih terbuka, asal anak-anak bisa tampil konsisten sejak awal," paparnya.
Kekalahan atas Bima Sakti merupakan yang keempat selama seri I di Jakarta awal Maret lalu, dan membuat posisi Citra Satria terpuruk di klasemen bawah. (*/cax)