< >

Rusia Incar Teknologi Tinggi Komputer - Telekomunikasi

Kamis, 15 Maret 2007 12:14
Kapanlagi.com - Rusia berharap komputer dan sektor telekomunikasi akan menghindarkan ketergantungannya pada ekspor sumber daya minyak dan gasnya yang besar. Demikian kata Wakil Perdana Menteri Sergei Naryshikin, Rabu.

Dalam pidato yang dipersiapkan untuk disampaikan pada acara pembukaan pameran teknologi tinggi terbesar di dunia, CeBIT, Naryshkin mengatakan Rusia sarat investasi pada industri canggih untuk mendiversivikasi ekonominya yang didorong energi yang sedang booming.

"Rusia tidak puas dengan situasi dimana anggaran negara tergantung pada perkembangan harga minyak dan gas di pasar dunia, dimana keamanan negara juga dalam banyak cara ditentukan oleh situasi ekonomi eksternal dimana keunggulan kompetitif lain negara tidak terwujud," ia mengatakan.

"Ekonomi Rusia kini mengalihkan pandangan pada sektor teknologi tinggi, pada teknologi informasi dan industri telekomunikasi, pada struktur ekonomi abad ke-21, pada ekonomi pengetahuan."

Rusia menjadi tamu kehormatan pada CeBIT tahun ini yang diikuti 150 perusahaan teknologi swasta dan negara, pusat riset dan pengembangan dan fasilitas pelatihan yang terwakili di Hanover.

Bahan mentah mendominasi duapertiga ekspor Rusia, Naryshkin menjelaskan, namun Moskow secara aktif mencoba menggeser porsinya kearah teknologi baru dan layanan abad 21.

"Proses ini sudah berjalan. Proses ini sudah menunjukkan hasil," ia mengatakan.

"Kami menganggap bahwa kebijakan subsidi negara yang sungguh-sungguh dipikirkan, ditekati dan terfokus adalah salah satu persyaratan dasar bagi pengembangan sebuah ekonomi yang inovatif."

Ia mengatakan teknologi informasi Rusia dan pasar telekomunikasi tumbuh cepat sekitar lebih dari 20 % per tahun sejak 2000, sedangkan ekspor industri tersebut lebih dari dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir hingga mencapai 1,8 miliar US$ tahun lalu.

Investasi di sektor itu mencapai sekitar 10 miliar US$ datang dari luar negeri.

"Namun siapa akan menyangkal bahwa arus investasi dapat menjadi lebih besar?" Naryshkin bertanya.

Campuran antara pengurangan pajak bagi para eksportir Rusia, penghapusan pajak pertambahan nilai untuk software yang dikembangkan untuk investor asing dan keringanan pajak bagi perusahaan yang mengkhususkan diri pada IT merupakan bagian dari upaya untuk membuat pasar lebih kompetitif.

Ia menambahkan bahwa Rusia komit untuk memastikan bahwa teknologi baru sampai kepada sebanyak mungkin penduduknya yang tersebar luas.

"Kami telah memperkenalkan langkah-langkah yang dimaksudkan untuk menghilangkan masalah Rusia sekarang - apa yang disebut digital divide di negara tersebut - dan membuatnya lebih mudah bagi penduduk kota kecil dan desa, wilayah terpencil dan wilayah yang sulit dicapai, untuk bisa menggunakan teknologi komputer dan segala bentuk layanan komunikasi dan informasi modern," ia mengatakan.

Naryshkin berada bersama dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan CEO pembuat peralatan telekomunikasi Perancis-AS Alcatel-Lucent, Patricia Russo, pada acara peresmian CeBIT menjelang pembukaan pameran tersebut Kamis.

Rusia dipilih sebagai tamu kehormatan berkat tekat kuat para pengembang software dan pasar yang berkembang pesat, organisator mengatakan.

Tetapi kalangan dalam industri menjelaskan bahwa reputasi Rusia telah tercemar oleh maraknya hacking komputer, pembajakan software dan kritikan terhadap apa yang disebut "phishing" atau e-mail curang dan spam yang berasal dari negara itu.

Lebih dari 6.000 peserta pameran dari 77 negara menghadiri CeBIT, yang berlangsung hingga 21 Maret. (*/rsd)