< >

Gresik Bangkit Untuk Bukukan Kemenangan Atas PLN

Jum'at, 16 Maret 2007 22:34
Kapanlagi.com - Tim putri Gresik Petrokimia berhasil bangkit setelah tertinggal dua set untuk memetik kemenangan 3-2 (12-25, 25-27, 25-19, 25-21, 15-8) atas Jakarta Electric PLN pada pertandingan seri keempat putaran pertama Proliga 2007 yang digelar di Hall Basket Senayan, Jakarta, Jumat (16/03).

Setelah sempat tak berkutik pada set pembuka, Gresik mulai dapat mengembangkan permainannya pada set kedua dan bahkan memiliki kesempatan baik untuk merebut set tersebut saat unggul 23-21.

Namun, PLN yang dimotori pemain asal China Tian Mei dapat memanfaatkan banyaknya kesalahan yang dilakukan Gresik untuk merebut set tersebut melalui smash dari Rosalia Maya.

Memasuki set ketiga, Gresik mulai tampil agresif dan lebih percaya diri. Mengandalkan serangan-serangan dari duo pemain asing Chen Jing dan Tasha, tim asuhan Liao Yuanhui mulai dapat menekan PLN dan tidak pernah tertinggal dalam pengumpulan angka.

Menjelang berakhirnya set ketiga, PLN yang tertinggal enam angka 12-18 mengganti toser mereka Gunarti Indahyani dengan Vivin Milawati.

Meski mulai dapat bangkit, PLN tidak dapat mengejar ketertinggalan mereka dan Gresik pun memenangi set tersebut.

Pada awal set keempat, Gresik dapat menguasai jalannya pertandingan, namun PLN dapat menyamakan kedudukan menjadi 14-14 dan menjelang akhir set keempat, Gresik memasukkan toser utama mereka Yulianingsih untuk menggantikan Kiki Maria yang sudah mulai terlihat kelelahan.

Dengan masuknya Yuli, Gresik semakin dapat mendominasi jalannya pertandingan hingga akhir set kelima.

Dengan hasil tersebut, Gresik dan PLN sama-sama membukukan tiga kemenangan dan satu kekalahan dalam putaran pertama, namun PLN tetap keluar sebagai juara putaran pertama karena unggul kemenangan set.

"Pada awalnya, pertandingan terasa sangat berat karena kami menghadapi tim yang belum pernah terkalahkan," kata manajer Gresik Bachrun Rosyidi usai pertandingan.

Menurut Bachrun, Gresik sebenarnya memiliki kesempatan untuk memenangi set kedua namun pemain-pemain mereka terlalu percaya diri sehingga banyak melakukan kesalahan sendiri.

Sementara itu, kapten tim Gresik Wenny Evitasari mengatakan bahwa pertandingan itu terasa berat. "Apalagi setelah tertinggal 0-2, tetapi kami terus berusaha dan tetap semangat," tegasnya.

"Pada set pertama dan kedua kami tidak dapat menyerang lawan melalui Tasha karena penerimaan kami buruk."

Sementara itu pelatih PLN Dennis Taroreh mengatakan bahwa ia menekan anak asuhnya untuk bermain ngotot pada dua set awal.

"Kami bermain tanpa beban karena berdasarkan rekor pertemuan, kami lebih sering kalah daripada menang," katanya.

"Kami hanya ngotot untuk bisa mengambil dua set, sehingga dapat tampil sebagai juara pool."

Sedangkan kapten PLN Devota Rahawarin menyatakan bahwa teman-teman satu timnya telah bermain baik meski harus kalah. (*/lpk)