< >

PT Syngenta Dukung Pengembangan Biofuel di Indonesia

Sabtu, 17 Maret 2007 08:11
Kapanlagi.com - Perusahaan perlindungan tanaman multinasional PT Syngenta Indonesia siap mendukung pengembangan biofuel sebagai energi alternatif di tanah air.

Chief Operating Officer Crop Protection, Sygenta Crop Protection AG, John Atkin di Jakarta, Jumat menyatakan, langkah yang akan dilakukan untuk mendukung pengembangan biofuel tersebut yakni dengan penyediaan benih tanaman biofuel dan produk perlindungan tanaman.

"Selama ini kami sudah mengembangkan enzim amolis untuk mengubah jagung menjadi bioetano di AS. Biofuel juga akan jadi target pengembangan kami di Indonesia," katanya.

Salah satu komoditas pertanian yang akan dikembangkan perusahaan tersebut dalam upaya pengembangan biofuel di Indonesia yakni kelapa sawit.

Selain itu, tambahnya, perusahaan itu juga akan memberikan dukungan terhadap beberapa tanaman biodisel lain yang sebagai bahan biofuel seperti tebu, kanola dan jarak pagar.

Sementara itu mengenai pengembangan padi hibrida untuk mendukung target peningkatan produksi pangan nasional sebanyak 2 juta ton setara beras pada 2007, Atkin menyatakan, pihaknya belum berencana memproduksi benih padi hibrida.

Namun demikian, dia menyatakan, perusahaan sedang melakukan pencarian varietas padi hibrida yang cocok dikembangkan di Indonesia.

Meskipun demikian, menurut dia, PT Sygenta selama ini telah meluncurkan berbagai macam teknologi pertanaman untuk meningkatkan produktifitas padi di Indonesia.

"Salah satu teknologi tersebut yakni Score yang mampu meningkat-kan hasil 15-30 % dan meningkatkan kualitas gabah," katanya.

Menyinggung nilai penjualan perusahaan tersebut di Indonesia, Atkin tidak menyebutkan angka pasti namun menurut dia pangsa pasar di tanah air mencapai 25 %.

Sedangkan untuk penjualan di kawasan Asia Pasifik perusahaan multinasional itu mampu membukukan nilai 981 juta US$ pada 2006 atau naik 4 % dari 939 pada 2005.

Pertumbuhan penjualan di Asia Pasifik, menurut dia, sangat signifikan dan lebih dari 10 % tercapai di sejumlah pasar termasuk Cina, India, Vietnam, Thailand dan Indonesia. (*/rsd)