"Kami akan melihat perkembangan usaha di sini. Seandainya ada kemajuan kami sudah memilih salah satu dari tiga lokasi Jawa Timur, Sumatera, dan Kalimantan," kata Presiden Direktur PT Oiltanking Merak, Theo Pangraz, di Jakarta, Jumat (16/03).
Dia mengatakan akan melihat perkembangan lebih lanjut di Indonesia, tetapi dia optimistis untuk dapat mengembangkan usaha persewaan tangki di Indonesia.
Menurut dia, perusahaan tersebut merupakan pure storage company yang mengurusi produk minyak dan kimia.
Pembangunan terminal penyimpanan minyak pertama di Cilegon, Banten, saat ini diyakini dapat merangsang ekonomi lokal dalam berbagai cara, di mana lebih dari 80% bahan yang dibutuhkan untuk pembangunan akan dibeli di pasar lokal.
Dia juga mengatakan akan memperkerjakan sumber daya manusia lokal dan berkonsentrasi terhadap masalah lingkungan. Karena itu, dia mengatakan, akan menerapkan standar kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE) yang diakui dunia dalam proyek tersebut.
Oiltanking sudah berpengalaman selama 35 tahun dalam menyediakan layanan penyimpanan di seluruh dunia.
"Di Asia Tenggara, tangki penyimpanan terbesar ada di Singapura dengan total satu juta meter kubik," ujar dia.
Oleh karena itu, dia mengatakan, sangat optimistis usaha penyimpanan di Indonesia akan berkembang lebih baik dibandingkan negara di Asia lainnya. (*/rit)