"Kegiatan ini sudah diselenggarakan sejak tahun 2003 dan telah menjadi agenda tetap pemeran tahunan KUKM," ujar Suryadharma Ali.
Pameran yang diselenggakan pada tanggal 4-8 April 2007 di Jakarta Convention Center akan menampilkan produk KUKM baik untuk pasar domestik maupun pasar ekspor. "Diharapkan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan membuka secara resmi pameran ini," tambahnya.
Pameran ini menampilkan peluang para usaha bagi KUKM, praktek terbaik koperasi dan usaha kecil, kemitraan usaha antara usaha besar dan menengah akan diikuti KUKM, assosiasi, perbankan, lembaga pendukung KUKM serta usaha besar mitra KUKM.
Target pengunjung pameran ini antara lain para wakil negara sahabat, pelaku bisnis, travel eksportir, perbankan, pers dan untuk mendorong pemasaran produk dalam negeri, pihak penyelengga juga mengundang secara khusus para pemerintah provinsi/kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Menurut menteri, format pameran SME`sCO Festival ke lima ini memiliki keunikan tersendiri baik dari aspek strategis yang dapat mendatangkan potensial buyer, pengunjung retail maupun dari aspek penataan stands yang didisain khusus oleh para "designer" KUKM.
Selain itu, produk UKM yang diikutikan harus lolos dari proses seleksi tim yang sangat ketat sebagai hasil usaha UKM perempuan dalam berbagai bentuk untuk menambah pendapatan keluarga sekaligus untuk ketahanan pangan nasional setelah dilakukan proses canvasing di berbagai daerah sentral UKM.
"Ada 15 kelompok produk KUKM yang akan dipromosikan yaitu furniture, garmen, tas sepatu kulit, dekorasi rumah dan interior, makanan dan minuman, logam, gerabah dan keramik hias, anyaman-anyaman, perhiasan dan assessories, batu-batuan alam, gembo/furnicraft, herbal/jamu-jamuan, alat musik tradisional, mainan anak, kerajian kertas dan daur ulang serta jasa pelayanan pendukung pemberdayaan usaha KUKM.
Sementara itu, aktivitas pendukungnya yang menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung adalah diadakannya temu bisnis antara KUKM produsen furniture dengan koperasi karyawan, KPN dan koperasi di lingkungan TNI, bursa kemitraan, bursa pembiayaan dan launching program bursa yang diisi dengan lokakarya tentang "trend design" international 2008.
Selanjutnya, menteri mengatakan daya tarik lain adalah diberikannya kesempatan bagi daerah untuk melakukan demo proses produk khas dari berbagai daerah seperti membatik, menenun, memahat, menganyam dan melukis sehingga para "potential buyers" dapat membandingkan kualitas produk KUKM yang ada saat ini. (*/rit)