< >

Harga Beras di Cipinang Berangsur Turun

Selasa, 20 Maret 2007 17:27
Kapanlagi.com - Harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) berangsur turun sejak minggu lalu hingga mencapai Rp4.100 per kilogram.

"Pengaruh operasi pasar sudah mulai terasa sejak minggu lalu. Penurunannya tidak banyak paling Rp200 per kilogram," kata Kepala Seksi Monitoring PT Food Station Tjipinang Jaya, Nurul Shantiwardhani, di Jakarta, Selasa (20/03).

Dia mengatakan, pengaruh operasi pasar yang masih terus berlangsung hingga saat ini mulai berpengaruh dengan harga beras di PIBC.

Selain itu, dia mengatakan, jumlah pasokan beras ke Cipinang sudah mulai seimbangan dengan pengeluaran. Rata-rata pasokan beras ke Cipinang mencapai 2.354 ton per hari, sedangkan pengeluarannya mencapai 2.321 ton per hari.

Menurut dia, jumlah pasokan yang mulai seimbang ini dikarenakan pasokan beras dari daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah mulai banyak. Jumlah pasokan beras dari Jawa Tengah mencapai 907.3 ton per hari, sedangkan dari Jawa Timur 214.2 ton per hari.

"Untuk beras Jawa Barat justru belum begitu banyak, walaupun jumlahnya lebih banyak daripada Jawa Timur," katanya.

Menurut Yanto salah seorang pedagang beras di Cipinang, harga beras mulai turun sejak Kamis (15/3). Untuk beras IR 64 kualitas III saat ini sudah ada dikisaran Rp4.100 per kilogram, tetapi untuk kualitas I masih ada dikisaran Rp5.000 per kilogram.

Sedangkan untuk beras jenis muncul kualitas I yang lebih dikenal Rojolele harganya masih cukup tinggi berkisar Rp5.800 per kilogram bahkan lebih dari Rp6.000 per kilogram, ujar dia.

Sementara itu, menurut Wahyu pedagang beras lainnya, harga beras sempat turun dua kali dari minggu lalu.

"Hari Jumat kemarin sempat turun Rp500 per kilogram, Sabtunya turun lagi Rp500 per kilogram," ujar dia.

Menurut dia, untuk beras IR 64 kualitas I yang sebelumnya ada diharga kisaran Rp6.000 per kilogram, saat ini sudah ada diharga kisaran Rp5.000 per kilogram.

"Sepertinya sudah mulai ada pengaruh dari operasi pasar," ujar dia.

Alasan lainnya menurut dia, karena pasokan dari Jawa sudah mulai masuk. Bahkan hari Sabtu (17/3) banyak truk pemasok beras dari Jawa bertahan di Cipinang karena tidak ada yang membeli.

"Pedagang Cipinang biasanya juga bertahan tidak membeli beras dulu, takut harganya turun lagi," katanya. (*/rit)