Jumlah pembelian apartemen, kondominium dan tanah naik sekitar 39% dibanding tahun sebelumnya, kata analis penasehat real estate DTZ Debenham Tie Leung.
Pembeli asal Indonesia sekitar 22 persen dari pembelian diikuti oleh Malaysia sebesar 20 persen, India 11 persen dan warga Inggris sembilan persen, demikian data yang terbitkan Business Times.
Porsi pembelian rumah pribadi warga Singapura turun 76 persen pada 2006, suatu tingkat terendah kedua sejak 1995, sebut laporan tersebut.
"Pembangunan yang baru selesai dan hasil sewa yang menarik mendorong kuatnya minat asing," kata DTZ. (*/rit)