Pertemuan ini sangat tepat mengingat petani sedang mencari teknologi terkini untuk meningkatkan pendapatan dan peningkatan produksi petani, kata Menteri Pertanian Anton Apriyantono, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekjen Departemen Pertanian (Deptan) Hasanuddin Ibrahim, dalam pembukaan pertemuan antara peneliti Indonesia-IRRI, di Jakarta, Kamis.
Mentan juga mengatakan bagaimana pertemuan ini dapat mencari jalan keluar untuk meningkatkan produksi beras dan menjadikan harga beras terjangkau, sehingga dapat mengurangi kelaparan dan malnutrition.
Dia juga mengatakan Indonesia saat ini sedang membangun laboratorium untuk menciptakan butiran padi yang berkualitas karena permintaan untuk beras yang berkualitas baik semakin meningkat.
Oleh karena itu, dia berharap IRRI dapat mendampingi Indonesia baik dalam hal penelitian dan pengembangan aktivitas dan sumber daya manusia.
Mentan mengatakan sangat berharap IRRI dapat mendampingi Indonesia untuk dapat mencapai target produksi beras yang tidak hanya direncanakan untuk tahun 2007 tetapi juga untuk tahun-tahun berikutnya.
Dalam pencapaian target dua juta ton beras dalam tahun 2007, total produksi harus ditingkatkan mencapai 6,4 persen lebih besar dari tahun 2006, ujarnya.
Selain itu, ditargetkan untuk tahun 2008 dan 2009 peningkatan produksi beras dapat mencapai lima persen. Tujuan utama kebijakan pemerintah adalah untuk memperkuat ketahanan pangan dengan memperkuat swasembada beras.
Sementara itu, Deputi Dirjen IRRI Ren Wang mengatakan, saat ini Indonesia dalam masa darurat karena itu perlu peningkatan beras. Dia berharap IRRI dapat mendampingi sepenuhnya dalam peningkatan beras hingga mencapai dua juta ton.
Dia mengatakan Indonesia masih mungkin mencapai target produksi beras dua juta ton tahun ini. Namun, menurut dia, banyak sekali hal yang benar-benar perlu ditingkatkan.
Menurut dia, penerapan teknologi pertanian perlu serius dijalankan. Masalah irigasi juga menjadi hal yang perlu diperhatikan mengingat ramalan bahwa kemarau tahun ini akan lebih parah.
Penggunaan bibit varietas unggul yang lebih tahan hama dan air juga perlu dilakukan. Selain itu, perlu digalakkan penggunaan bibit hibrida untuk meningkatkan produksi, ujarnya.
"Tak ketinggalan peningkatan kualitas dan kuantitas SDM," katanya. (*/rsd)