< >

Polisi Hongkong Cari Pelaku Kasus Racun Hewan Peliharaan Anjing

Jum'at, 23 Maret 2007 11:49
Kapanlagi.com - Seorang misterius yang menjadi pelaku aksi pemberian racun kepada hewan-hewan peliharaan yang menyebabkan hewan-hewan tersebut sebagian mati selama hampir 20 tahun telah menambah panjang daftar korbannya.demikian laporan media massa setempat.

Dua ekor anjing, jenis labrador dan poodle mati keracunan setelah melahap daging panggang yang dilumuri cairan insektisida dikawasan dekat pusat perbelanjaan Happy Valley Rabu malam, harian the South China Morning Post melaporkan Kamis.

Kematian dua ekor anjing tersebut menambah jumlah anjing mati keracunan menjadi 22 ekor sejak pelaku misterius memulai aksinya pada tahun 1989. Lebih dari 100 ekor anjing berhasil diselamatkan setelah makan daging yang dibubuhi racun.

Pelakunya menurut dugaan masyarakat adalah seorang pria Cina berumur yang mempunyai rasa tidak senang dengan hewan peliharaan sahabat manusia itu dan daerah sasaran aksinya adalah perumahan elit Mid Levels dan Happy Valley.

Korban aksi racunnya yang paling menggegerkan adalah kasus racun yang menimpa anjing milik gubernur jaman kolonial terakhir Chris Patten, yaitu anjing jenis terrier dari Norfolk yang bernama Whisky yang berhasil diselamatkan setelah menelan daging ayam berbalut racun pada tahun 1997.

Seorang pria Cina berwajah bulat dan berkepala botak pernah dipergoki oleh sejumlah warga melempar daging yang dilahap seekor anjing dan tak lama kemudian si anjing jatuh terkulai tak berdaya.

Namun sejauh ini polisi maupun kelompok pencinta dan pengayom hewan tak pernah berhasil mengikuti jejak si pelaku walaupun telah melakukan patroli dan menawarkan sejumlah imbalan yang cukup menggiurkan, ribuan dolar bagi mereka yang dapat menangkap atau memberi informasi mengenai pelaku penebar racun yang misterius.

Sejumlah psycholog kriminal yang mengamati dan mempelajari kasus tersebut menduga si pelaku adalah seorang yang memiliki obsesi rasa tak suka yang amat sangat kepada mahluk yang bernama anjing dan memulai aksinya sebagai realisasi apa yang dirasakannya. (*/cax)


BERITA TERKAIT