< >

Jatim Ambisi Pertahankan Prestasi di PON XVII

Jum'at, 23 Maret 2007 22:33
Kapanlagi.com - Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur berambisi mempertahankan juara umum pada PON XVII di Kalimantan Timur, 2008 mendatang.

Sekretaris Umum Pengprov IPSI Jatim Fanan Hasannudin di Surabaya, Jumat mengatakan, pencak silat Jatim di PON XVI/2004 di Palembang berhasil menunjukkan prestasi yang fenomenal dengan merebut lima medali emas, lima perak dan empat perunggu dan tampil juara umum.

"Kami akan berjuang maksimal untuk mempertahankan prestasi fenomenal ini, karena baru pertama mengungguli DKI Jakarta yang hanya mampu meraih lima emas, dua perak dan dua perunggu," katanya.

Disebut prestasi fenomenal ini, menurut dia, karena ketika pesilat Jatim bertanding di kandang sendiri saat menjadi tuan rumah PON XV/2000, IPSI Jatim hanya memdapat tiga emas 10 perak dan dua perunggu, jauh di bawah DKI Jakarta yang saat itu sebagai juara umum dengan menyabet lima emas, dua perak dan lima perunggu.

Fanan menyatakan, peluang untuk mempertahankan prestasi itu cukup terbuka, karena persiapan Jatim saat ini cukup maksimal, terbukti sembilan pesilat Jatim lolos ke Pelatnas SEA Games dan Kejuaraan Dunia.

Apalagi, pihaknya telah menyiapkan atletnya untuk tampil di semua nomor 22 kelas/kategori yaitu di putra kelas A sampai J dan kategori Tunggal, Ganda dan Regu (TGR), sedangkan untuk putri dari kelas A sampai F serta kategori TGR.

"Sesuai keputusan dari PB IPSI, pesilat yang berhak mengikuti Pra PON XVII 2008 adalah pesilat yang berhasil menjadi juara I dan II dalam Pra PON XVII 2008 di masing-masing wilayah," katanya.

Pra PON cabor silat dibagi empat wilayah, dan Jatim masuk wilayah II yang tergabung dalam wilayah pulau Jawa, terdiri dari DKI Jakarta, Jabar, Banten, DIY Jogyakarta, Jateng dan Jatim, dimana wilayah II merupakan grup neraka.

Rakerda

Sementara itu, Pengprov IPSI Jatim, Sabtu (24/3) akan melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang sempat tertunda dari rencana awal akhir Januari lalu di Asrama Haji Surabaya.

Menurut Fanan, mundurnya pelaksanaan Rakerda disebabkan kesibukan Ketua Umum IPSI Jatim Dr Soekarwo SH MHum, sehingga harus menyesuaikan jadwalnya yang juga sebagai Sekdaprop Jatim.

Ia mengatakan, Rakerda untuk menyampaikan hasil keputusan Musda IPSI Jatim XI 2006 sekaligus penyampaian program kerja Pengprop IPSI Jatim 2007-2008, dan konsolidasi serta Koordinasi organisasi.

"Selain itu, juga membahas program-program Pengprov IPSI Jatim yang belum bisa dilaksanakan secara tuntas pada masa bakti yang lalu. Program itu tetap akan dijadikan acuan sepanjang masih relevan serta disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang berkembang saat ini," tambahnya. (*/lpk)