
Industri film India yang mengalami booming merupakan industri yang paling menguntungkan di dunia, namun sektor perfilman India tertinggal dengan Hollywood, dan bahkan dengan tetangganya di Asia, seperti China dan Jepang, dalam pemanfaatan teknologi.
Hingga sejauh ini, sebuah film laga Bollywood hanyalah menyuguhkan perkelahian dengan pukulan yang jarang mengena dan tendangan luput dari sasaran.
"Saya ingin 'F-X' kami sebanding dengan film terbaik di dunia," kata Khan, merujuk pada istilah teknis untuk menggambarkan special effect, kepada Mumbai Mirror.
"Saya ingin memanfaatkan waktu tiga bulan untuk mengasah kemampuan 'F-X' dalam rumah produksi kami," lanjutnya.
Dengan semakin berkembangnya wawasan para penonton, Bollywood kini terpaksa mengubah citranya yang kurang canggih dan memrekrut pakar special effect ternama dalam upaya mendongkrak hasil penjualan karcisnya.
Kini dalam beberapa film, para aktor sudah berani melakukan adegan meloncat dari kapal terbang, bergantungan dengan parasut di udara atau ngebut dengan mobilnya dalam berbagai adegan, seperti yang banyak muncul dalam film-film action Hollywood beranggaran besar.
"Apakah anda pernah menonton film-film seperti 300? Nah itulah tingkat special effect yang akan kami capai," kata Khan.
Aktor terkenal dan produser film ini pada saat ini menjadi pembawa acara Kaun Banega Crorepati, yakni acara kuis Who wants to be a millionaire? versi India, setelah mengambilalih tugas itu dari tangan host sebelumnya, aktor kawakan Amitabh Bachchan.
Show tersebut dipandang sebagai program paling populer dalam sejarah pertelevisian India. Pada 22 Januari 2007 kuiz populer itu ditayangkan kembali setelah sempat mati suri selama beberapa tahun.
Para kritikus menyambut baik gaya Khan dalam membawakan acaranya dan gayanya yang bersahabat dan humornya yang segar dengan para peserta juga memperoleh pujian. (*/boo)
Lihat Profil: Shahrukh Khan, Amitabh Bachchan