< >

Ekspor Kopi Indonesia Tersendat, Harga Bahan Baku Lebih Mahal

Senin, 26 Maret 2007 19:08
Kapanlagi.com - Ekspor kopi arabika nasional dalam satu bulan terakhir tersendat karena harga baku kopi lebih mahal dibandingkan harga ekspor.

Presiden Direktur PT Gergas Utama, T.Razali di Medan, Senin mengatakan, harga ekspor kopi Arabika bertahan stabil pada kisaran 3 US$ dan 3,1 US$ per kg, sementara harga kopi itu hingga siap di ekspor (termasuk ongkos kapal) sudah lebih mahal atau berkisar Rp30.000 an per kg.

"Kecuali untuk kontrak, eksportir tidak dapat menjual kopi-nya karena harga beli di dalam negeri sudah menyamai bahkan di atas harga ekspor," kata Razali yang juga Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) itu.

Mahalnya harga jual kopi di dalam negeri dipicu oleh produksi atau panen yang tidak memadai. Musim kemarau yang panjang bahkan menghambat masa panen yang sudah seharusnya mulai terjadi pada Bulan Maret ini.

Sedangkan harga jual kopi yang stabil di pasar internasional itu akibat tindakan spekulan yang melepas stoknya dan tindakan pembeli yang berupaya menekan pembelian untuk menekan harga jual yang dinilai sudah terlalu tinggi.

"Harga jual arabika sekitar 3 US$ per kg itu diduga masih bertahan lama, apalagi pasokan dari Brazil masih terlihat stabil meski sempat diisukan akan mengalami penurunan karena faktor cuaca," katanya.

Tahun 2005, ekspor kopi dari daerah itu mencapai 45.935 ton senilai 133,667 juta US$ dan pada tahun 2006 naik lagi menjadi 52.714 ton senilai 154,803 juta US$.

Peningkatan ekspor kopi itu dipicu berbagai faktor mulai dari membaiknya produksi di Sumut, adanya tambahan pasokan dari daerah lain dan tingginya minat eksportir melakukan ekspor menyusul naiknya terus harga jual kopi itu khususnya untuk jenis arabika..

Ekspor kopi Sumut terbesar memang berupa biji Kopi Arabika. Dari total ekspor kopi Sumut yang mencapai 52.714 ton pada tahun 2006, misalnya, ekspor arabika mencapai 48.861 ton.

Suyanto mengakui, ekspor kopi dari Sumut sebagian merupakan pasokan dari Nanggroe Aceh Darussalam baik sekadar untuk pasokan ke perusahaan eksportir kopi di Sumut dan pengapalan komoditas itu dari Pelabuhan Belawan. (*/rsd)