"Jika AS memulai satu perang terhadap Iran, tidak satu pihakpun yang dapat menghentikannya," kata Morteza Saffari, panglima angkatan laut pasukan elit Pengawal Revolusi, yang dikutip kantor berita ISNA.
"Rakyat kita tidak akan membiarkan seorang serdadu AS pun memasuki negara kita," kata Saffari.
Ketegangan internasional menyangkut program nuklir Iran yang disengketakan meningkat dalam hari-hari belakangan ini, yang membuat harga minyak naik.
Pihak Barat mencurigai Iran sedang berusaha membuat bom atom, satu tuduhan yang dibantah keras oleh Teheran.
Iran, Minggu mengatakan pihaknya akan membatasi kerjasama dengan pengawas nuklir PBB dan berikrar tidak akan menghentikan program nuklirnya "walaupun satu detik" setelah Dewan Keamanan memutuskan untuk memberlakukan sanksi-sanksi senjata dan keuangan terhadap Teheran.
Pada hari Jumat, Pengawal Revolusi Iran menahan 15 personil angkatan laut Inggris di Teluk, yang memicu krisis diplomatik.
AS, yang memimpin usaha-usaha untuk mengucilkan Iran menyangkut ambisi nuklirnya , mengatakan pihaknya menginginkan penyelesaian diplomatik atas krisis itu tapi tidak mengesampingkan opsi militer.
"Kami memiliki semangat perlawanan dan ini adalah satu faktor untuk menghentikan (mereka)," kata Saffari. Persatuan dan semangat untuk mengorbankan jiwa kami dengan izin Allah selalu menjadi jaminan bagi perlawanan Iran yang Islam," katanya. (*/lpk)